NTT Punya 23 Gunung Berapi Aktif, 15 Gunung Ini Perlu Diwaspadai
Lambertus Hurek• Kamis, 7 November 2024 | 15:43 WIB
Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, NTT, sedang erupsi. Ribuan warga diungsikan. (IST)
RADAR SURABAYA - Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang rawan bencana alam, khususnya erupsi gunung berapi. Salah satu gunung yang baru saja menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan adalah Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, yang erupsi dahsyat pada Senin dini hari (5/11).
Selain itu, Gunung Lewotolok di Pulau Lembata juga terus menunjukkan aktivitas vulkanik sejak akhir 2019, meski intensitasnya mulai menurun.
Menurut data dari Bulletin of The Volcanological Survey tahun 1982, terdapat setidaknya 23 gunung berapi aktif di NTT. Gunung-gunung ini tersebar di beberapa pulau, termasuk Flores, Palue, Adonara, Lembata, Alor, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Sebanyak 15 gunung berapi ini perlu diwaspadai lantaran punya frekuensi letusan yang tinggi. Kelima belas gunung tersebut adalah Inie Lika, Inie Rie, Ebulobo, Iya, Kelimutu, Rokatenda, Egon, Lewotobi Laki-Laki, Lewotobi Perempuan, Ile Boleng, Lere Boleng, Lewotolok (Ile Ape), Ile Werung.
Ada dua gunung berapi di bawah laut, yakni Gunung Batutara dan Gunung Hobal. Kedua gunung bawah laut itu pernah mengeluarkan material erupsi yang berdampak pada masyarakat di Pulau Lembata.
Ada pula tiga gunung api aktif tapi tidak seaktif 15 gunung tipe A. Yakni Gunung Labalekan, Ile Muda, dan Jersey.
Kemudian lima gunung api aktif yang jarang meletus. Yakni Gunung Wai Sano, Riang Kotang, Pocolek, Sokoria, Ndetusoko.
"Sebanyak 23 gunung berapi aktif tersebut sebagian besar berada di bagian utara NTT, meliputi Pulau Flores, Palue, Adonara, Lembata, dan Alor. Sementara itu, pulau-pulau di bagian selatan seperti Sumba, Timor, Sabu, Rote, dan Raijua tidak memiliki gunung berapi aktif," kata Nana Wurin, warga NTT di Surabaya.
Keberadaan gunung-gunung ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat karena potensi erupsi yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
Letusan gunung berapi dapat menyebabkan berbagai dampak, mulai dari aliran lava, awan panas, hingga abu vulkanik yang dapat mengganggu aktivitas penerbangan dan kesehatan masyarakat. (rek)