RADAR SURABAYA - Pembuangan bayi yang terjadi beberapa waktu lalu di Pacar Keling Gang 6, Surabaya yang ditemukan di atas rumah warga menimbulkan keprihatinan banyak pihak.
Kasus pembuangan ini bukan yang pertama kali, bahkan berdasarkan catatan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, sejak Januari hingga November 2024 telah menangani empat kejadian dugaan pembuangan bayi.
Sosiolog dari Universitas Airlangga (Unair), Prof Bagong Suyanto menjelaskan, kasus pembuangan bayi tak sebatas tentang aspek hukum semata dan tak sebatas tentang orang tua pembuang bayi. Namun segala aspek lainnya yang saling terkait.
”Jangan melihat dari sebatas pelaku saja, perlu dianalisis penyebab kenapa kok sampai terjadi,” kata Bagong, Selasa (5/11).
Meski kemudian, bayi yang dibuang umumnya berkaitan dengan anak yang tidak dikehendaki.
Soal alasan, juga cukup kompleks mulai ekonomi, tapi juga karena menghindari kehinaan.
Bagong menilai masyarakat harus tetap menjadi pengawas atau kontrol sosial.
Bagi dia dengan menjadi kontrol sosial juga tak sebatas tentang pendataan.
Namun hal itu bisa diketahui dengan mengembangkan mekanisme deteksi dini serta ikut peduli mengawasi lingkungannya. ”Sebagai kontrol sosial, dan bersifat pencegahan,” jelasnya.
Pemerintah juga perlu meningkatkan upaya untuk penanganan kuratif. Dia juga mengapresiasi upaya pembentukan Shelter untuk memperkuat layanan tersebut.
”Yang saya tahu ada UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB), dan itu perlu ditingkatkan,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dinsos kota Surabaya, Anna Fajriatin mengatakan, kondisi bayi yang ditemukan di atap rumah warga dengan bobot 3 kilogram saat ini dalam keadaan sehat dan terus mendapatkan pengawasan dari dokter RSUD Dr Soetomo Surabaya.
Anna juga mengaku telah berkoordinasi dengan Dinsos Provinsi Jawa Timur, nantinya jika sembuh, bayi tersebut akan ditempatkan di shelter khusus untuk balita, atau yang disebut UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Sidoarjo.
"Jika semua proses selesai, maka kami akan menyerahkan ke PPSAB,” ujarnya.
Apakah ada bayi yang diasuh oleh PPSAB lalu ada yang mengadopsi?
Sejauh perkembangan ini, Anna mengungkapkan pernah ada yang hingga diadopsi. ”Ada yang sampai diadopsi, tapi semua ada prosesnya,” ungkapnya.
Sebelumnya, Sabtu (2/11) sekitar pukul 21.00 ditemukan dugaan pembuangan bayi terjadi di kawasan Pacar Keling gang 6.
Bayi jenis kelamin perempuan itu ditemukan warga setempat di atap rumah salah satu rumah warga. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari