RADAR SURABAYA - Seorang pelaku pencurian sepeda angin meninggal dunia setelah dikeroyok massa di Jalan Manyar Sabrangan, Surabaya, Senin (4/11) dini hari. Pelaku sempat melarikan diri dari kejaran warga, bahkan mencuri sepeda lain dalam upayanya kabur.
Salah satu saksi mata kejadian ini adalah Ike Satura (40), istri Ketua RT 05 RW 02, Manyar Sabrangan. Ike menceritakan bahwa sekitar pukul 03.30 ia mendengar teriakan "maling!" dan segera membangunkan suaminya.
Ketika keluar, ia melihat pelaku sudah tergeletak di lokasi. "Ia sudah lemas saat itu, saya tidak tega mendekat, jadi hanya melihat dari jauh," ujarnya.
Menurut Ike, suaminya sempat bertanya kepada pelaku mengenai asalnya. Pelaku menjawab bahwa ia berasal dari Gang 2, lalu mengubah jawabannya menjadi warga Semolowaru.
"Awalnya dia bilang dari Gang 2, lalu bilang dari Semolowaru. Ada warga yang mengenalinya sebagai orang Semolowaru yang pindah ke Pandaan," tambahnya.
Setelah kejadian, Ike menghubungi petugas kepolisian. Anggota polisi yang tiba di lokasi meminta satpam untuk memeriksa detak jantung pelaku, yang ternyata sudah tidak berdetak.
"Satpam memeriksa dan ternyata sudah tidak berdetak. Katanya, pelaku dibawa ke rumah sakit Polda Jatim," jelas Ike.
Warga sekitar mengaku geram karena sudah beberapa kali terjadi pencurian, terutama sepeda angin dan tabung gas. Salah seorang warga, Fahmi, mengaku kehilangan empat tabung gas dalam sebulan terakhir.
"Beberapa kali sepeda angin hilang. Pak Fahmi sampai kehilangan empat tabung gas," tambahnya.
Satu jasad pria berinisial MA, warga Sukolilo, Surabaya, ditemukan tergeletak di Jalan Manyar Kertoarjo, Senin (4/11) pagi. Pria yang diperkirakan berusia 40 tahun ini tewas setelah dikeroyok massa usai tertangkap mencuri sepeda angin. (gun)
Editor : Lambertus Hurek