Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Melupakan Sejenak Gadget, Anak-Anak di Surabaya Asyik Bermain Permainan Tradisional

Rahmat Sudrajat • Minggu, 3 November 2024 | 18:53 WIB
Anak-anak menikmati permainan lawas di kawasan Airlangga Surabaya. (Rahmat/Radar Surabaya)
Anak-anak menikmati permainan lawas di kawasan Airlangga Surabaya. (Rahmat/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA - Untuk mengatasi permasalahan kecanduan gadget bagi anak-anak, Kampoeng Dolanan menggelar permainan tradisional dan menyiapkan program bernama Waktu Indonesia Bermain (WIB) dengan sasaran anak-anak hingga dewasa untuk bermain.

Salah satunya di depan Balai RW 01 Airlangga, Surabaya. Aktivitas rutin ini menjadi aktivitas yang diharapkan bisa digemari oleh anak-anak.

Menurut Pendiri Kampoeng Dolanan Mustofa Sam, saat ini kecanduan gadget masih menjadi permasalahan utama bagi anak-anak. Bahkan bisa mempengaruhi kejiwaan dan pola pikir yang negatif terhadap kehidupan.

Oleh karena itu, Mustofa mengajak anak-anak di kampung kota Surabaya mengenal permainan tradisional. Permainan tradisional yang diperkenalkan mulai gasing, egrang hingga main sarung.

"Semakin banyak anak-anak di Surabaya menganal permainan tradisional, semakin bisa mengatasi anak dalam kecanduan gadget," ujar Mustofa, Minggu (3/11).

Selain itu, ia juga mengajak anak-anak untuk peduli terhadap budaya khususnya permainan tradisional yang saat ini peminatnya berkurang. Apalagi Surabaya merupakan kota bersejarah hingga mendapatkan Kota Pahlawan bisa mempertahankan nilai positif bagi anak-anak.

"Kami terus memperkenalkan permainan tradisional pada anak-anak khususnya di Surabaya. Upaya ini sekaligus mempertahankan sebagai Kota Pahlawan, perlu diadakan kegiatan-kegiatan positif yang kreatif dan inovatif serta bisa memecahkan permasalahan yang terjadi di era sekarang," ujarnya.

Untuk memulai permainan handphone anak-anak atau warga disingkirkan dan dititipkan agar para peserta lebih fokus dengan aktivitas positif tersebut. 

 "Kami ingin anak-anak di kampung ini tidak lagi main handphone sampai malam, bahkan tidak ada interaksi sampa sekali dengan hadirnya permainan tradisional ini lebih menginspirasi," ujar Ketua RW 1 Airlangga, Surabaya, Yono. (rmt)

Editor : Lambertus Hurek
#permainan anak-anak #anak kecanduan gadget #permainan tradisional anak #Kampoeng Dolanan Surabaya