RADAR SURABAYA - Untuk mengatasi permasalahan kecanduan gadget bagi anak-anak, Kampoeng Dolanan menggelar permainan tradisional dan menyiapkan program bernama Waktu Indonesia Bermain (WIB) dengan sasaran anak-anak hingga dewasa untuk bermain.
Salah satunya di depan Balai RW 01 Airlangga, Surabaya. Aktivitas rutin ini menjadi aktivitas yang diharapkan bisa digemari oleh anak-anak.
Menurut Pendiri Kampoeng Dolanan Mustofa Sam, saat ini kecanduan gadget masih menjadi permasalahan utama bagi anak-anak. Bahkan bisa mempengaruhi kejiwaan dan pola pikir yang negatif terhadap kehidupan.
Oleh karena itu, Mustofa mengajak anak-anak di kampung kota Surabaya mengenal permainan tradisional. Permainan tradisional yang diperkenalkan mulai gasing, egrang hingga main sarung.
"Semakin banyak anak-anak di Surabaya menganal permainan tradisional, semakin bisa mengatasi anak dalam kecanduan gadget," ujar Mustofa, Minggu (3/11).
Selain itu, ia juga mengajak anak-anak untuk peduli terhadap budaya khususnya permainan tradisional yang saat ini peminatnya berkurang. Apalagi Surabaya merupakan kota bersejarah hingga mendapatkan Kota Pahlawan bisa mempertahankan nilai positif bagi anak-anak.
"Kami terus memperkenalkan permainan tradisional pada anak-anak khususnya di Surabaya. Upaya ini sekaligus mempertahankan sebagai Kota Pahlawan, perlu diadakan kegiatan-kegiatan positif yang kreatif dan inovatif serta bisa memecahkan permasalahan yang terjadi di era sekarang," ujarnya.
Untuk memulai permainan handphone anak-anak atau warga disingkirkan dan dititipkan agar para peserta lebih fokus dengan aktivitas positif tersebut.
"Kami ingin anak-anak di kampung ini tidak lagi main handphone sampai malam, bahkan tidak ada interaksi sampa sekali dengan hadirnya permainan tradisional ini lebih menginspirasi," ujar Ketua RW 1 Airlangga, Surabaya, Yono. (rmt)
Editor : Lambertus Hurek