RPH Pegirian Dialihfungsikan Total Jadi Kawasan Penunjang Wisata Religi Sunan Ampel pada 2025, Begini Tahapannya!
Dimas Mahendra• Rabu, 30 Oktober 2024 | 00:10 WIB
PD RPH Kota Surabaya di Jalan Pegirian yang dinilai sudah tidak layak dan strategis. (DOK/RADAR SURABAYA)
RADAR SURABAYA - Tahun depan, Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian bakal berpindah ke daerah Surabaya barat. Tepatnya ada di sekitar daerah Tambak Oso Wilangun. Saat ini, RPH tersebut tengah dalam proses pembangunan hingga akhir tahun nanti.
Kepala Bidang (Kabid) Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Krestian mengungkapkan, proses pembangunan RPH di sana saat ini sudah mencapai angka 70 persen.
Rencananya, proses relokasi dari Pegirian ke Tambak Oso Wilangun itu akan berlangsung pada triwulan ke dua tahun depan.
"Triwulan pertama tahun 2025 uji coba dan melengkapi kebutuhan sarpras RPH dulu. Jadi kemungkinan tidak di awal, tapi kemungkinan di triwulan kedua relokasinya," kata Iman pada Radar Surabaya.
Dia menyampaikan, nantinya semua kegiatan pemotongan sapi sepenuhnya akan berada di Tambak Oso Wilangun. Hanya saja, selama proses uji coba dan penyiapan sarpras itu, RPH yang ada di Pegirian akan tetap beroperasi seperti biasa.
"Bekas RPH akan digunakan untuk aktifitas penunjang wisata religi, misal museum religi, area istirahat, penginapan, area pertemuan atau convention hall. Jadi digunakan untuk yang berkaitan dengan religi misal bimbingan agama, pengajian dan lain sebagainya," urainya.
Selain itu, untuk wilayah kandang sapi pun menurut dia juga akan dialih fungsikan. Area kandang sapi itu menurut dia akan dialihfungsikan menjadi kantor kecamatan dan kelurahan untuk pelayanan masyarakat. Semua itu akan dimaksimalkan pada tahun 2025 besok.
"Cuma nanti akan tetap ada pasar daging dan area distribusi daging dari PD RPH di sana. Pasar daging Arimbi itu akan tetap dipertahanakan sebagai area distribusi daging," ujarnya. (dim)