RADAR SURABAYA - Upaya menuntaskan permasalahan sampah di Kota Surabaya perlahan mulai menunjukkan hasil. Hal itu terlihat dari stabilnya jumlah tonase produksi sampah harian yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo setiap hari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Dedik Irianto mengungkapkan, monitoring mengenai produksi jumlah sampah harian yang masuk ke TPA Benowo hingga sekarang masih terus dilakukan.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Proyeksikan Pembangunan TPST Baru di Jambangan dan TPA Baru di Gunung Anyar
"Rata-rata produksi sampah yang masuk ke TPA tiap harinya itu sekira 1300 sampai 1500 ton," kata Dedik.
Angka ini terbilang relatif stabil. Hal itu bisa terjadi karena sejumlah inovasi yang terus dikembangkan oleh Pemerintah Kota Surabaya.
Salah satunya adalah dengan mengaktivasi TPS 3R yang ada di kota ini.
Dalam sehari, untuk TPS jenis 3 R bisa mengurangi volume sampah hampir 50 persen dari total sampah yang masuk ke TPS.
"Iya jadi kita memang fokus penanganan sampahnya dari hulu di Surabaya," ujarnya.
Surabaya sendiri saat ini juga tengah bersiap untuk menambah unit TPST baru pada tahun depan.
Anggaran untuk pembangunan TPST ini juga sudah disiapkan untuk tahun 2025. Selain TPST, pemerintah juga menerima usulan untuk membuat TPA baru yang bertempat di wilayah Gunung Anyar.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan efektivitas pengiriman sampah yang ada di wilayah Surabaya Timur.
Selama ini, sampah dari Surabaya Timur selalu dikirm ke barat untuk menuju pembuangan akhir di Benowo. Hal itu yang menjadi sah satu trigger dalam pengusulan TPA itu.
"Untuk TPA (yang baru itu) sedang dalam kajian. Dalam studi kelayakan ini, kita akan melakukan kajian AMDAL guna menganalisis dampak lingkungannya," ujar Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati. (dim)
Editor : Jay Wijayanto