RADAR SURABAYA- Duka mendalam dirasakan keluarga besar Pujiono, 47, warga Jalan Keputran Panjunan III, Surabaya. Beberapa kerabat dan tetangga memenuhi gang rumah untuk takziah Senin sore kemarin.
Pujiono merupakan sopir taksi online yang menjadi korban pembegalan oleh penumpangnya Maria L, 23, di Gunung Anyar Surabaya Selasa (1/10) lalu.
Korban ditusuk pisau dapur hingga mengalami luka parah di leher dan wajah.
Korban sempat dirawat di RSUD dr Soetomo sejak hari kejadian hingga Senin (28/10).
Namun korban akhirnya menghembuskan napas terakhir Senin sekitar pukul 10.00.
Di mata keluarga dan warga, sosok Pudjiono merupakan pribadi yang baik.
Di tempat tingggalnya dia juga sebagai sosok ketua PPS (Panitia Pemungutan Suara) Kelurahan Embong Kaliasin, Genteng Surabaya.
"Harapannya proses hukum berjalan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Apalagi beliau ini Ketua PPS Kelurahan Embong Kaliasin, sebentar lagi Pilkada," ungkap sepupu korban Nanang, Senin (28/20).
Pudjiono adalah sosok ketua PPS senior di Embong Kaliasin dan sudah beberapa kali menjadi ketua PPS saat ada Pemilu.
"Sudah empat Pemilu jadi ketua PPS Kelurahan Embong Kaliasin," terangnya. Ia melanjutkan, korban sendiri dirawat di RSUD dr Soetomo sejak hari setelah kejadian. Korban setelah operasi sempat membaik dan bisa diajak komunikasi.
Kepergianya tentu membuat kehilangan pihak keluarga.
"Pujiono kepala keluarga. Dia punya anak dua. Menjadi driver taksi online sekitar dua tahunan. Sebelumnya kerja di pabrik," paparnya.
Ketua RT 07 RW 13 M Basir menerangkan, Pudjiono sejak kecil tinggal di Keputran Panjunan III.
Di mata warga dia merupakan sosok yang baik dan luar biasa. "Dia wakil RT saya. Di mata warga luar biasa baik kalau disini menggantikan saya kalau ada keperluan beliau bisa menghandle itu semua. Luar biasa, dia humoris," bebernya.
Ia melanjutkan setiap Pilkada, Pujiono menjadi ketua PPS. Termasuk Pilkada yang akan berlangsung bulan depan. "Setiap Pilkada lima tahun sekali dia sebagai ketua PPS. Pilkada besok juga dia, nanti akan ada pengganti kayaknya," ucapnya.
Setelah dimandikan di rumah duka dan disalati di masjid sekitar rumahnya, jenazah korban kemudian dimakamkan di TPU Keputih, Surabaya Senin sore. (rus/nug)
Editor : Agung Nugroho