Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pengurus BEM Fisip Unair Minta Maaf, SK Pembekuan Pengurus Dicabut Dekan

Nurista Purnamasari • Selasa, 29 Oktober 2024 | 02:14 WIB
DAMAI: Dekan Fisip Unair Prof Bagong Suyanto dan Presiden BEM Fisip Unair, Tuffahati Ullayyah usai pertemuan di kampus Fisip Unair, Senin (28/10).
DAMAI: Dekan Fisip Unair Prof Bagong Suyanto dan Presiden BEM Fisip Unair, Tuffahati Ullayyah usai pertemuan di kampus Fisip Unair, Senin (28/10).

RADAR SURABAYA - Polemik pembekuan sementara tiga pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya akibat membuat dan meletakan karangan bunga ucapan selamat atas pelantikan dengan diksi sarkas pada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming akhirnya berujung damai.

Dekan Fisip Unair, Prof Bagong Suyanto telah mencabut pembekuan tiga pengurus yakni Presiden BEM, Wakil Presiden dan Menteri Politik BEM setelah mendengarkan penuturan dari Presiden BEM Fisip Unair, Tuffahati Ullayyah tujuan sindiran karangan bunga yang ditujukan oleh presiden dan wakil presiden Republik Indonesia tersebut.

"Kami sudah mendengarkan langsung alasan pemasangan karangan bunga tersebut. Dan detik ini kami dekanat Fisip Unair mencabut pembekuan pengurus BEM Fisip Unair," tegas Prof Bagong, Senin (28/10).

Bahkan, Bagong mengakui pengurus BEM Fisip Unair telah sepakat untuk tidak menggunakan pilihan kata (diksi) yang bernada sarkas maupun kategori hate speech (penghinaan).

Langkah pembekuan kemarin itu diberikan sebagai upaya evaluasi terhadap pengurus BEM Fisip Unair agar tidak melakukan upaya penyampaian kritik yang tidak mencerminkan sisi akademis dan tanpa etika.

"Memang kami tidak menghalangi kebebasan berpendapat. Tapi ini merupakan evaluasi dari kami. Dan dari pihak BEM Fisip Unair sudah menjelaskan tadi. Kami sepakat untuk memilih diksi yang sesuai dengan budaya akademik di kampus," jelasnya.

Sebagai pemimpin di Fisip, Prof Bagong menjamin kepada BEM dan mahasiswa FISIP Unair lainya tetap mendapat kebebasan menyampaikan aspirasi dan kritik ke depannya.

Namun dengan syarat harus sesuai koridor sebagai insan akademis.

"Kami tidak menghalangi penyampaian pendapat bagi mahasiswa. Tapi harus sesuai dengan akademis kalau bisa dikaji berdasarkan data," tegas Prof Bagong.

Sementara itu, Ketua BEM FISIP Unair, Tuffahati Ullayyah Bachtiar, bersyukur bahwa pihak dekanat sudah berkenan memberikan maaf dan pengurus BEM Fisip Unair bisa kembali lagi bekerja karena telah dicabut.

"Hari ini SK pembekuan BEM Fisip akan ditarik oleh Prof Bagong," ujar Tuffahati. 

Tuffhati mengaku ke depan akan berbenah dan selalu belajar terhadap peristiwa yang terjadi sebelumnya dan saat ini.

Karena hal ini dikatakannya sebagai bentuk luapan ekspresi dari BEM Fisip Unair.

"Tetap kami akan kritis. Tapi akan belajar juga dari peristiwa yang pernah kita lalui saat ini. Terutama dengan pertimbangan akademis," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Prabowo Subianto #surabaya #hate speech #sarkas #BEM FISIP UNAIR #BAgong Suyanto