Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dekan Fisip Unair: BEM Fisip Tetap Jalan, Hanya Membekukan Tiga Orang Pengurus

Rahmat Sudrajat • Senin, 28 Oktober 2024 | 19:21 WIB
Dekan Fisip Unair Prof. Dr. Bagong Suyanto saat memberikan keterangan terkait pembekuan pengurus BEM Fisip Unair.
Dekan Fisip Unair Prof. Dr. Bagong Suyanto saat memberikan keterangan terkait pembekuan pengurus BEM Fisip Unair.

RADAR SURABAYA - Karangan bunga ucapan selamat kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka saat pelantikan, yang dibuat dan dipasang oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fisip Universitas Airlangga (Unair) di halaman taman sisi barat Fisip berbuntut panjang.

Atas tindakan tersebut, pihak dekanat melakukan pembekuan kepada tiga pengurus BEM yakni Presiden BEM, Wakil Presiden dan Menteri Politik BEM. 

Dekan Fisip Unair Prof. Dr. Bagong Suyanto dan beberapa perwakilan BEM menggelar pertemuan membahas terkait sanksi pembekuan tersebut di Fisip Unair, Senin (28/10).

Prof Bagong Suyatno memastikan BEM Fisip Unair tidak dibekukan. Namun yang dibekukan sementara adalah tiga pengurus BEM. Hal ini dilakukan untuk memastikan mereka tetap pada koridor akademis.

Apalagi, diksi yang digunakan dalam karangan bunga sangat sarkas atau kasar dan menurut Bagong masuk dalam kategori hate speech (penghinaan).

"Ini sarkasme, ini masuk ke hate speech. Kita di kampus keberatan dengan hate space lah ini kok malah diksinya digunakan. Mahasiswa kan harus dengan data, dengan argumentasi yang kuat. Jangan sampai terdegradasi menjadi kegiatan politik jalanan menggunakan diksi kasar," kata Bagong, Senin (28/10).

Dengan pertemuan tersebut pihak dekanat ingin mengetahui maksud dan tujuan yang bisa dipertanggungjawabkan terkait pengggunaan diksi dalam karangan bunga tersebut.

"Kami tidak menghukum, kami memastikan tetap dalam koridor yang bisa dipertanjung jawaban secara ilmiah," ungkapnya.

Bagong mengaku, tindakan pembekuan yang dilakukan tidak ada unsur tekan dari pihak lain, namun kantor pusat memintanya untuk menangani.

"Tidak ada tekanan, cuma kantor pusat (rektorat, Red) meminta saya sebagai dekan untuk menangani karena ini wilayah Fisip Unair," ungkapnya.

Meski demikian, Bagong memastikan seluruh kegiatan BEM Fisip Unair tetap bisa berjalan. Pihaknya hanya membekukan tiga orang kepengurusan. 

"Seluruh kegiatan mahasiswa BEM jalan terus," tegas guru besar sosiologi tersebut.

Sementara itu, Dirjen Kajian Strategis BEM Fisip Unair, Dany Ahmad Wiramana mengatakan, sebelum dibekukan, pengurus BEM telah diperiksa komisi etik.

Sementara kritik yang disampaikan lewat karangan bunga juga sudah berdasarkan kajian. Apalagi BEM Fisip Unair saat ini tengah fokus mengawal isu HAM. 

"Jadi sebelumnya semua sudah kita kaji dan kalau kita lihat di luaran sana kritiknya malah luar biasa," ujar Dany.

Sebelumnya, karangan bunga dipasang oleh BEM Fisip Unair, Selasa 22 Oktober pukul 15.00 WIB di taman barat Fisip.

Diksi dalam karangan bunga tersebut yakni "Selamat Atas Dilantiknya Jenderal Bengis Pelanggar HAM dan Profesor IPK 2,3 Sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang Lahir Dari Rahim Haram Konstitusi, Dari Mulyono Bajingan Penghancur Demokrasi". (rmt/nur) 

Editor : Nurista Purnamasari
#Prabowo Subianto #surabaya #Dibekukan #Dekanat FEB UI Depok #hate speech #BEM FISIP UNAIR #BAgong Suyanto #gibran rakabuming raka