RADAR SURABAYA- Komplotan pencuri perhiasan dengan modus hendak melakukan pembelian terekam CCTV di salah satu toko emas di sebuah mal kawasan Surabaya Barat, Kamis (24/10).
Dua orang pelaku berpura-pura sebagai seorang ibu dan pemuda layaknya sang anak.
Akibat aksi pelaku pihak toko perhiasan tersebut mengalami kerugian berupa gelang emas berlian dengan harga sekitar Rp 350 juta.
Informasi yang dihimpun, kedua pelaku datang ke toko emas di sebuah mal di kawasan Surabaya Barat sekitar pukul 17.30.
Pelaku mengaku sebagai ibu dan anak yang hendak membeli gelang emas untuk anaknya.
Wanita berbaju cokelat tersebut mengaku bernama Y asal Makasar dan meminta kepada karyawan NB, dua gelang untuk dilihat dan dicoba.
Satu gelang sempat dipakaikan karyawan toko ke tangan kiri pelaku, sementara satu gelang di atas etalase diambil pelaku dan dicoba di tangan kiri sendiri. Namun sebelum terpakai gelang dijatuhkan ke pangkuan dan ditutupi syal.
Y saat itu terus mengajak berbicara karyawan NB dan akhirnya meminta gelang di tangan kirinya di lepas.
Y juga meminta pada NB melihat dan mencoba perhiasan emas lainnya yang berupa cincin.
Kepada NB, Y bahkan sempat mengaku hendak membeli satu set perhiasan emas.
Untuk meyakinkan NB, Y juga mengisi form nama pembeli dan mencantumkan nomor Handphone (HP).
Setelah mengobrol selama setengah jam, Y dan seorang pria tidak jadi membeli dan keduanya pun meninggalkan lokasi dan membawa sebuah gelang emas yang dicoba.
NB dan teman kerjannya baru sadar setelah stock opname malam hari saat toko hendak tutup.
Ternyata sebuah gelang emas hilang. Setelah dicek CCTV ternyata pelaku emak-emak yang mengaku hendak membeli perhiasan Kamis sore tersebut.
Gelang yang hilang merupakan gelang rantai panjang 17 centimeter (cm), berat 15, 74 gram, terdiri dari 28 berlian bersertifikat Gemological Institut Of America (GIA) dan harga sekitar Rp 350 juta.
NB sempat menghubungi nomor Y yang ada di lembar data customer. Saat dihubungi nomor tersebut tidak diangkat. Ketika dicek melalui aplikasi identifikasi kontak nomor palsu.
NB lalu melaporkan kejadian ke sekuriti mal. Pelaku diketahui meninggalkan mal menggunakan jasa taksi. Pelaku turun di gerbang salah satu perumahan Surabaya Barat. Kasus tersebut oleh korban juga sudah dilaporkan ke Polsek Lakarsantri.
Kanit Reskrim Polsek Lakarsantri Ipda Junta saat dikonfirmasi terkait kejadian pencurian gelang emas di mal Surabaya Barat tersebut membenarkan ada kejadian. Pihak korban sudah membuat aduan ke Polsek Lakarsantri.
"Masih dalam proses lidik. Mohon doanya," ujarnya, Jumat (25/10). (rus/nug)
Editor : Agung Nugroho