RADAR SURABAYA – Penangkapan tersangka pencurian sepeda motor (curanmor) spesialis masjid berinisial AB (50) dari Konang, Bangkalan, Madura, mengungkap fakta baru. Ternyata, komplotan ini menggunakan plat nomor palsu untuk menghindari identifikasi saat melarikan sepeda motor dari area masjid.
AB bersama dua rekannya, SR (24) dan SI (23), keduanya juga warga Konang, telah mempersiapkan plat nomor palsu untuk melancarkan aksinya.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Aris Purwanto, melalui Kanit Jatanras Iptu Bobby, pada Rabu (23/10), menyatakan bahwa tersangka memesan plat nomor palsu tersebut sebelum beraksi. “Plat nomor palsu tersebut disiapkan untuk digunakan setiap kali beraksi,” ungkapnya.
AB sebelumnya pernah ditangkap oleh Polsek Waru terkait kasus serupa di wilayah setempat. Setelah menjalani hukuman dan dibebaskan, ia kembali tertangkap di tempat kosnya.
Sebelumnya, komplotan curanmor ini telah beraksi di empat masjid di Surabaya, yaitu Masjid As-Safiyah di Jalan Kedung Asem, Masjid Al-Amin di Jalan Medayu Utara, Masjid Darussalam di Jalan Kendangsari, dan Masjid Baitul Mukhlisin di Jalan Manukan Peni.
Total, mereka melakukan delapan pencurian sepeda motor di area masjid, dengan setiap lokasi menyasar dua motor.
Selain itu, komplotan ini juga mengaku mencuri sepeda motor di parkiran minimarket di Jalan Ketintang Baru, Surabaya, dengan modus berpura-pura menjadi jamaah masjid. Saat penangkapan AB, polisi menemukan belasan plat nomor palsu di tempat kosnya. Saat ini, polisi masih memburu salah satu anggota komplotan berinisial AL yang masih buron. (gun)
Editor : Lambertus Hurek