RADAR SURABAYA – Program pemberdayaan masyarakat di Kota Surabaya terus menjadi fokus perhatian Pemerintah Kota. Salah satu program yang sedang berjalan adalah Kelompok Menjahit Ibu-Ibu dan Membatik Anak Inklusi di Kecamatan Pabean Cantian. Program ini bahkan mendapat kunjungan dari Pjs Wali Kota Surabaya, Restu Novi, untuk memastikan kelancaran pelaksanaannya.
Camat Pabean Cantian, Muhammad Januar Rizal, mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi kepada anak-anak disabilitas yang terlibat dalam kegiatan membatik, serta para ibu-ibu yang aktif menjahit. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang dirancang untuk membantu perekonomian keluarga anak-anak inklusi.
“Kami menyediakan fasilitas untuk anak-anak inklusi agar dapat beraktivitas produktif, yang sekaligus membantu perekonomian keluarga mereka. Dalam program ini, mereka dibimbing langsung oleh orang tua masing-masing,” kata Rizal.
Program ini melibatkan 10 anak inklusi dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA/SMK, serta 15 ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok menjahit. Kegiatan ini didukung oleh CSR dari perusahaan plat merah yang juga berperan aktif dalam pendampingan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Pabean Cantian.
Selama lima tahun ke depan, PT. Pertamina berkomitmen untuk terus membina kelompok ini. Hasil karya anak-anak inklusi, terutama batik, dipasarkan secara online dan dipamerkan dalam acara UMKM. Bahkan, tersedia booth khusus di Kantor Kecamatan Pabean Cantian untuk memasarkan produk mereka.
"Alhamdulillah, hasil karya mereka diminati oleh konsumen, dan pendapatan langsung masuk ke rekening tabungan anak-anak tersebut," tutup Rizal. (dim)
Editor : Lambertus Hurek