RADAR SURABAYA - Belut sawah (Monopterus albus) semakin populer sebagai komoditas perikanan di Jawa Timur. Permintaan terhadap binatang melata nan licin itu terus meningkat baik di pasar lokal maupun internasional.
Meskipun menggelikan bagi sebagian orang, belut memiliki kandungan protein tinggi dan nilai ekonomis yang menjanjikan. Belut juga bisa diolah jadi menu yang lezat dan kaya manfaat.
Salah satu contoh sukses dalam budidaya belut adalah Subhan. Petani belut asal Malang itu rutin mengirimkan belut peliharaannya ke Mataram dan kota-kota lain di Nusantara. "Kadang ekspor juga," katanya.
Dalam sebulan, Subhan melakukan sekitar delapan kali pengiriman. Potensi pendapatan mencapai sekitar Rp 60 juta per bulan. Angka yang cukup menggiurkan di masa ekonomi sulit ini.
Setiap belut yang dikirim harus melalui proses pemeriksaan fisik dan sertifikasi dari pejabat karantina ikan. Kepatuhan Subkhan dalam melapor ke karantina menjamin bahwa komoditas perikanan yang dihasilkan sehat dan bebas dari hama dan penyakit.
Kepala Karantina Jawa Timur Hari Yuwono Ady mengatakan, keberhasilan budidaya belut sawah tidak hanya menguntungkan petani, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan industri perikanan di Jawa Timur.
Karena itu, pihaknya terus mendorong para petani untuk terus meningkatkan produksi belut sawah dan komoditas perikanan lainnya. (rek)
Editor : Lambertus Hurek