Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Beri Pendampingan UMKM Agar Naik Kelas, Kemenkop UKM Gandeng Perguruan Tinggi

Rahmat Sudrajat • Rabu, 16 Oktober 2024 | 16:30 WIB
PERLUAS PASAR: Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro, Ari Anindya Hartika (tengah), didampingi Ketua tim Teknis Mikro Mandiri, Ridha Nurul mengunjungi tenan UMKM di Hotel Ibis Suruarabaya.
PERLUAS PASAR: Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro, Ari Anindya Hartika (tengah), didampingi Ketua tim Teknis Mikro Mandiri, Ridha Nurul mengunjungi tenan UMKM di Hotel Ibis Suruarabaya.

RADAR SURABAYA - UMKM di Jawa Timur dinilai tumbuh pesat, bahkan sepanjang tahun 2023 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur 50 persennya disokong oleh UMKM, namun belum sepenuhnya UMKM naik kelas.

Oleh karena itu Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) Universitas Gajah Mada (UGM) memberikan pendampingan UMKM  mikro mandiri di Jawa Timur yang bertempat di Hotel Ibis Surabaya City Center, Selasa (15/10).

Ada puluhan UMKM yang mendisplai produknya. Mulai dari food and beverage (F&B), pertanian, fashion hingga home decor.

Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro, Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Ari Anindya Hartika menilai, perkembangan UMKM di Jawa Timur sangat luar biasa.

Mulai dari semangatnya hingga produk kemasan seperti F&B, apalagi produk UMKM diharapkan bisa bekerjasama dengan jaringan hotel untuk pemasaran produk. 

"Saya melihat dari segi displai produk sudah bagus. Kemasan untuk F&B juga bagus. Nah, ini perlu segera naik kelas dengan kerjasama dengan investor seperti jaringan hotel untuk bisa memasarkan produk UMKM yang skala mikro ini," tutur Ari Anindya.

Dia mengaku dengan melakukan kurasi dan pendampingan dengan perguruan tinggi bisa karena memiliki inkubasi atau laboratorium pengujian produk UMKM mikro.

Sehingga diharapakan perguruan tinggi mampu membina UMKM agar bisa naik kelas. 

Sampai saat ini tren UMKM mikro mengalami kenaikan. Sehingga pelaku usaha mikro segera berkurang dan lebih naik kelas lagi.

"Bekerja sama perguruan tinggi dengan kurasi yang cukup ketat. Karena ada inkubasi diharapkan produk bisa mumpuni dan naik kelas. Karena mereka (perguruan tinggi, Red) lebih tahu medannya," ungkapnya.

Dalam pendamping kali ini di Surabaya, sebanyak 50 UMKM mikro dari berbagai daerah di Jawa Timur terjaring dalam proses kurasi yang ketat melalui open call.

Mereka akan diberikan 362 sesi pelatihan baik secara intensif online maupun offline.

Selain itu juga didampingi sampai berkelanjutan dan mencapai progres.

"Proses pendampingan mikro ini sampai enam bulan pendamping. Kami berikan 362 sesi pelatihan mulai webinar, class, hingga online. Evaluasi dan kelanjutan dari progres nanti kita asesmen. Setelah itu kami arahkan produknya," terang, ketua tim teknis mikro mandiri UGM, Ridha Nurul Azizah.

Nurul mengaku, dibandingkan daerah lainnya, UMKM mikro di Jawa Timur sangat atraktif dan semangat, jika dibandingkan UMKM di 34 provinsi yang sudah dilakukan pendampingan.

Sejauh ini Nurul menyebut, UMKM mikro yang sudah naik kelas selama proses pendampingan sejak 2014 mencapai 43 persen.

Baik dari penilaian tenaga kerja yang bertambah maupun dari partner market yang mencapai 46 persen peningkatannya. 

Dia menyebut kenaikan kelas terjadi pada UMKM mikro bidang F&B, fashion home, pertanian, perkembangan, home decor, hingga tourism.

"Jadi 50 persen yang sudah naik kelas dan UMKM yang ada perubahan sejak mulai awal sampai saat ini. Kita cek rata-rata bertumbuh," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Endy Alim Abdi menyambut baik pendampingan UMKM di Jawa Timur.

Karena pendampingan kali ini bisa mendatangkan calon investor bagi UMKM agar bisa naik kelas.

"Jadi pendampingan ini sangat menguntungkan bagi UMKM. Karena mereka dihubungkan langsung dengan investor. Modal bisa bertambah selain itu pemasaran lebih luas. Hal ini yang perlu didorong," harapnya.

Sejauh ini UMKM di Jawa Timur dari data yang dimilikinya mencapai 1,5 juta UMKM.

Yang paling banyak di level mikro sebanyak 90 persen.  Oleh karena itu pihaknya terus mendorong UMKM bisa naik kelas. Pemasaran yang tadinya lokal bisa antar kota. 

"Jadi PDRB yang mencapai Rp 1 triliun, 50 persen disokong UMKM. Ada yang dari sektor pertanian, non pertanian, kria dan F&B. Oleh karena itu kami targetlan dengan banyak pelatihan bisa lebih baik dan naik kelas," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Food and beverage #Jawa Timur #umkm #Kemenkop UKM #PDRB Jatim