Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Anggaran Penanganan Banjir Surabaya Naik di 2025, Dewan Dorong Pemkot Ubah Tipe Saluran Irigasi Jadi Drainase

Dimas Mahendra • Selasa, 15 Oktober 2024 | 18:12 WIB
Perubahan tipe saluran irigasi menjadi saluran drainase sangat penting karena berpengaruh pada aliran air.
Perubahan tipe saluran irigasi menjadi saluran drainase sangat penting karena berpengaruh pada aliran air.

RADAR SURABAYA - DPRD Surabaya mendorong agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai menyicil pekerjaan untuk merubah tipe saluran irigasi menjadi saluran drainase.

Apalagi, nilai anggaran untuk penanganan banjir di tahun 2025 telah mengalami kenaikan.

Anggota DPRD Surabaya Aning Rahmawati mengutarakan, kalau perubahan tipe saluran irigasi menjadi saluran drainase sangat penting.

Sebab, hal ini sangat berpengaruh pada aliran air. Ada perbedaan yang sangat mencolok antara mengenai saluran tipe irigasi ini dengan saluran drainase.

"Saluran irigasi itukan kalau hujan, alirannya justru menuju ke perkampungan. Karena kondisi salurannya lebih tinggi. Kan saluran irigasi itukan untuk mengaliri air ke sawah-sawah. Itu masih banyak di Surabaya," kata Aning pada Radar Surabaya, Selasa (15/10).

Dia mengungkapkan, beberapa wilayah yang saat ini masih ada saluran irigasi itu seperti di wilayah Semolowaru hingga ke sekitar area ITS.

Nah, dalam pembahasan anggaran 2025, pemkot dan dewan sama-sama menyepakati adanya anggaran untuk merubah tipe saluran itu.

"Contohnya kemarin kan masih sempat banjir di daerah Semampir, Stikom MERR, makanya di tahun 2025 kita anggarkan Rp 55 miliar itu untuk mengubah saluran dari sistem irigasi menjadi sistem drainase," ucapnya.

Legislator dari Fraksi PKS ini menambahkan, anggaran untuk penanganan banjir di tahun 2025 memang mengalami kenaikan.

Pada tahun depan, penanganan banjir ini dialokasikan anggaran senilai Rp 881 miliar.

Tujuannya adalah untuk memaksimalkan penanganan banjir Kota Pahlawan.

Masalah banjir ini sampai sekarang masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan oleh pemerintah kota.

Rencananya, di tahun depan, pemkot menurut Aning juga akan lebih banyak bergerak untuk mengkoneksikan antara saluran lingkungan yang ada di perkampungan dengan saluran utama.

"Saluran di lingkungan ini ditambahkan, karena untuk saluran perkotaan sudah hampir selesai menyisakan yang di barat. Nah lingkungan ini masih banyak karena dana kelurahan (dakel) itu banyak yang tidak terserap sehingga banyak saluran kampung tertunda yang di-cover dari dakel itu," jelasnya.

"Sehingga, di 2025 itu untuk saluran lingkungan diperbanyak, termasuk normalisasi sungai juga diberikan ruang," pungkasnya. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#drainase #pemkot surabaya #saluran irigasi #banjir #dprd surabaya