RADAR SURABAYA - Puncak Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) XI digelar di Graha Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang dihadiri oleh 12 delegasi perguruan tinggi negeri LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan), Selasa (8/10) malam.
Agenda yang berlangsung hingga Kamis, 10 Oktober ini membahas, dan mengkaji tantangan dan peluang transformasi pendidikan era digital, dan merumuskan poin strategis untuk mengembangkan LPTKNI (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Nasional Indonesia) yang kontributif bagi pembangunan nasional.
Dengan mengusung tema SDM Unggul untuk Mewujudkan Indonesia EMAS 2045, Rektor Unesa, Prof Nurhasan mengatakan bahwa forum ini merupakan wahana akademik LPTK untuk memberikan sumbangan pemikiran bagi pembangunan SDM unggul melalui pendidikan.
"Tujuan ini untuk merumuskan dan melahirkan rekomendasi strategis mendorong percepatan pembangunan pendidikan nasional menuju Indonesia EMAS (Era Masyarakat Adil Sejahtera)," kata Prof Nurhasan.
Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga membahas revitalisasi LPTK, baik dari aspek kelembagaan, tata kelola, standarisasi, kurikulum, pendidikan inklusif, dan kesetaraan akses.
Penguatan profesionalisme guru abad ke-21 juga tak luput dari bahasan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) Abdul Haris mengatakan, SDM menjadi kunci pembangunan suatu negara.
Perluasan akses, pemerataan kualitas, dan penguatan relevansi pendidikan tinggi berkontribusi besar dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Kualitas SDM menjadi salah satu faktor utama yang menentukan daya saing global suatu negara.
The Global Competitiveness Report menunjukkan bahwa negara dengan akses pendidikan tinggi yang lebih baik, memiliki kemampuan dalam menciptakan inovasi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Setiap peningkatan populasi berpendidikan tinggi akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, dan mengurangi kemiskinan di suatu negara,” kata Abdul Haris.
Dia berharap LPTKNI melalui Konaspi XI ini terus konsisten menjadi mitra pemerintah dalam memberikan rekomendasi strategis percepatan pembangunan nasional dan pengembangan LPTK di Indonesia, serta dapat mengimplementasikan transformasi pendidikan tinggi dalam kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Pihaknya menanti ide dan gagasan akan perbaikan yang akan dihasilkan dari kegiatan tiga hari ke depan sebagai langkah konkrit untuk membangun sistem pendidikan nasional yang lebih adaptif, inklusif, dan berdaya saing.
"Semoga rekomendasi yang dihasilkan dalam forum ini menjadi pijakan strategi bagi terwujudnya Indonesia EMAS 2045 melalui penguatan kualitas pendidikan dan SDM unggul di seluruh penjuru negeri," tutupnya.
Konaspi merupakan agenda dua tahunan yang diselenggarakan Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Indonesia (ALPTKI) atau LPTKNI ini terdiri dari beberapa kegiatan yaitu mulai dari konferensi internasional, konvensi, pameran inovasi pendidikan, hingga IKN Goes to Campus, dan penandatanganan kerja sama. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari