RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal menggelar pameran seni rupa kontemporer terbesar di Surabaya.
Pameran seni ini bakal melibatkan ratusan seniman nasional yang akan memamerkan ratusan karyanya dalam berbagai bentuk.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Surabaya, Ahmad Hidayat menyampaikan, seniman yang terlibat dalam pameran ini berasal dari berbagai latar belakang. Ada yang seni rupa, seni lukis, arsitektur dan lain sebagainya.
Pameran itu rencananya akan digelar di gedung Pos Bloc kompleks Kantor Pos Besar Surabaya di Jalan Kebon Rojo.
"Kalau di Jakarta ada Art Jak, di Yogyakarta ada Art Jog, nah ini di Surabaya kita gelar Art Subs. Gelarannya akan berlangsung mulai tanggal 26 Oktober hingga 24 November," jelas Hidayat.
Menurut dia, seniman yang akan dilibatkan dalam gelaran ini mencapai 125 orang. Beberapa seniman ternama yang bakal hadir di antaranya maestro Nyoman Nuarta, Jumaldi Alfi, Ugo Untoro, Anusapati, Agus Suwage, Maharani Mancanagara, Nurrachmat Widyasena, dan masih banyak lagi.
Pameran ini akan memakan luasan lahan hingga 4000 meter persegi dan memamerkan berbagai karya.
"Banyak nanti yang dipamerkan, ada lukis, seni rupa dan lain sebagainya. Kita gelar pameran ini semeriah mungkin," ucapnya.
Lebih lanjut dia menambahkan bahwa pameran seni ini rencananya akan dijadikan event tahunan di Surabaya.
Ia berharap melalui pameran ini bisa menciptakan pengalaman seni yang unik bagi publik.
"Art Subs akan membawa penonton dalam perjalanan seni melalui tema Ways of Dreaming, dimana lebih dari 200 karya akan dikurasi dan disajikan oleh 125 seniman. Ke depan gelaran ini akan kita jadikan event tahunan di Surabaya," paparnya.
Sementara itu, kurator seni Nirwan Dewanto mengatakan bahwa pameran seni rupa Art Subs adalah salah satu dari aneka jalan bermimpi menuju langkah awal perkembangan seni rupa kontemporer di Surabaya.
"Picuan dan pacuannya itu harus dimulai segera sebagai perwujudan mimpi Surabaya yang ingin menjadi bagian penting dalam upaya memetakan seni rupa kontemporer di Indonesia," katanya. (dim)
Editor : Jay Wijayanto