RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah mengebut sejumlah pembangunan box culvert di Kota Pahlawan.
Pembangunan ini sekarang tengah berpacu dengan waktu jelang datangnya musim hujan. Output dari pembangunan ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan banjir di Surabaya.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi mengungkapkan, tahun ini, ada sejumlah pengerjaan box culvert besar untuk mengatasi masalah banjir di Surabaya.
Rata-rata box culvert dengan ukuran besar ini tersebar di sejumlah titik di wilayah Surabaya Barat. Beberapa di antaranya seperti saluran yang ada di ruas Jalan Mayjend Sungkono dan saluran diversi Babat Jerawat.
"Insya Allah kedua paket tersebut bisa kita selesaikan di bulan November," kata Syamsul kepada Radar Surabaya, Jumat (4/10).
Di sisi lain, Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya, Windo Gusman Prasetyo menambahkan jika pada tahun ini ada lima titik pengerjaan box culvert dengan ukuran besar di Surabaya.
Kelimanya ada di kawasan Mayjend Sungkono, Babat Jerawat, Petemon, Simo Kwagean dan Manukan Kasman.
"Untuk progres realisasinya kalau di Mayjend sama yang Babat Jerawat itu sudah hampir selesai. Tinggal mengaspal jalannya. Kalau ada box (culvert) yang belum terpasang mungkin sisa satu atau dua box. Jadi progresnya sekira 90 persenan," kata Windo.
Informasi yang didapat Radar Surabaya, lima saluran itu akan dipasangi box culvert dengan ukuran 200 x 200.
Sedangkan untuk anggarannya, Pemkot Surabaya menganggarkan untuk pembangunan box culvert di Jalan Mayjend Sungkono sebesar Rp 33,3 miliar. Lalu untuk yang saluran diversi Babat Jerawat dianggarkan Rp 45 miliar.
"Kalau untuk yang di Petemon itu kita terkendala akses jalan yang sempit. Sedangkan box culvert yang dipasang ukurannya sama besarnya. Jadi progresnya kita masih 45 sampai 50 persenan sekarang," ucapnya.
Hal yang sama, menurut dia, juga terjadi di Simo Kwagean. Akses jalan menjadi masalah utama dalam pengerjaan proyek ini sehingga progresnya baru selesai setengah jalan.
Kendati begitu, dia optimis bisa menyelesaikan sesuai dengan tenggat waktu yang sudah ditentukan yakni pada November mendatang.
"Karena akses jalan kecil, jadi kalau warga ada acara atau apa, kita mesti berhenti dulu. Tapi untuk target kami rampung bulan November," ujarnya.
Terkait anggarannya, untuk pembangunan saluran di Petemon, pemkot menganggarkan senilai Rp19,2 miliar. Kemudian untuk pengerjaan yang ada di ruas Jalan Simo Kwagean anggarannya senilai Rp 15,9 miliar.
Sedangkan untuk saluran di Manukan Kasman senilai Rp 17,5 miliar. Semua proyek itu ditarget rampung pada November nanti sebelum musim penghujan tiba. (dim)
Editor : Jay Wijayanto