RADAR SURABAYA - Maria Livia A.P, 23, tersangka begal sopir taksi online, Pudjiono, 47, merupakan sosok perempuan yang introvert. Dia keseharian tinggal di apartemen Amor di Pakuwon City Surabaya.
Sehari-hari tersangka yang kini ditahan di Polrestabes Surabaya itu lebih banyak menghabiskan aktifitas di dalam apartemen.
Sebab, tersangka yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sempat kuliah di Surabaya itu belakangan ini menganggur dan berusaha mencari pekerjaan.
"Dia begitulah (introvert). Jarang bersosialisasi, temannya nggak banyak," ujar Kapolsek Gunung Anyar, Iptu Sumianto Harsya Fahroni, Rabu (2/10).
Disebutkan, Maria semenjak lulus kuliah di salah satu kampus swasta di Surabaya tahun 2022 lalu sempat bekerja. Namun tak lama kemudian dia resign.
"Di Surabaya menganggur saat ini. Setelah lulus kuliah sempat kerja, terus resign. Dia coba lamar kerja," ucapnya.
Polisi dengan dua balok di pundak ini menambahkan, saat dimintai keterangan tersangka mengaku butuh uang sekitar Rp50 juta untuk biaya kerja dan liburan ke Australia.
Sehingga, ia nekat melakukan aksi membegal sopir taksi online untuk bisa menguasai kendaraannya untuk dijual.
Tersangka diketahui tertarik untuk kerja dan liburan di Australia setelah melihat informasi melalui aplikasi di ponsel.
Menurut Harsya, tersangka tidak sempat menghubungi orang tuanya untuk meminta uang.
"Sudah saya tanya kalau minta uang katanya pasti nggak dikasih. Uang segitu bukan uang kecil, dia simpulkan sendiri itu," bebernya.
Dia menuturkan, tersangka pelaku tunggal. Tidak ada orang lain yang mempengaruhi atau diajak melakukan aksi kejahatan.
"Di HP-nya hanya browsing-browsing itu kita lihat historinya. Dia browsing cara menjual mobil tanpa surat-surat. Kemudian ya intinya internet lebih banyak ke internet tanpa campur tangan (orang lain). Ya (termasuk modus operandi) terinspirasi internet dan film ya karena dia suka nonton film," bebernya. (rus)
Editor : Jay Wijayanto