Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tenaga Keperawatan di Indonesia Diminati di Luar Negeri, Namun Masih Terkendala Bahasa

Rahmat Sudrajat • Rabu, 2 Oktober 2024 | 02:24 WIB
Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI), Agus Setiawan.
Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI), Agus Setiawan.

RADAR SURABAYA -  Tenaga keperawatan atau ners di Indonesia ternyata bisa bersaing di luar negeri.

Mayoritas permintaan tenaga keperawatan asal Indonesia di luar negeri seperti dari Eropa, Timur Tengah, hingga Australia.

Meski demikian, yang menjadi kendala untuk bisa bersaing di luar negeri menurut Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI), Agus Setiawan adalah kendala bahasa.

Oleh karena itu pihaknya akan membahas peluang ners Indonesia di luar negeri dalam Rapat Tahunan Anggota yang berlangsung 1-3 Oktober mendatang di Hotel Shangri-La, Surabaya.

"Kendala emang saat ini lulusan ners juga dibutuhkan di luar negeri seperti Jepang Amerika, Australia dan ini menjadi tantangan ke depan. Ada ruang untuk mengembangkan kompetensi ini. Namun kendalanya di bahasa," kata Agus, Selasa (1/10).

Oleh karena itu, pihaknya akan segera melakukan pembinaan dan penguatan kompetensi sehingga daya saing mahasiswa meningkat.

Terutama dalam menguasai bahasa, sehingga kesempatan terbuka lebar bagi lulusan keperawatan. 

"Ners serapannya belum banyak tapi kesempatan dan permintaan besar untuk merekrut tenaga keperawatan dari Indonesia. Mayoritas di negara di Eropa Timur seperti tahun lalu di Austria, Hunggaria, Jerman kemudian di Australia serta Timur Tengah yang jumlah usia lanjut meningkat itu butuh banyak perawat," jelasnya.

Rapat tahunan yang dihadiri oleh para pimpinan dan akademisi dari berbagai institusi pendidikan keperawatan di seluruh Indonesia ini juga membahas strategi untuk memperkuat pendidikan keperawatan di Indonesia dalam rangka mendukung transformasi sektor kesehatan nasional. 

Tema yang diusung mencerminkan komitmen AIPNI dalam menghadapi tantangan global di bidang kesehatan, khususnya menjelang Visi Indonesia Emas 2045.

"Pentingnya pendidikan keperawatan yang berorientasi pada kualitas, inovasi, dan kolaborasi lintas disiplin ilmu sebagai langkah strategis untuk mewujudkan sistem kesehatan yang tangguh dan inklusif di Indonesia," ujarnya.

Selain itu, isu strategis seperti pengembangan kurikulum keperawatan berbasis kompetensi, peningkatan aksesibilitas pendidikan keperawatan di seluruh wilayah Indonesia, dan kolaborasi dengan lembaga kesehatan internasional.

"Kami juga membicarakan beban studi mahasiswa. Karena selama ini beban studi mahasiswa menjadi penyebab masalah stres karena tingginya beban studi dan padatnya pembelajaran yang didapat," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Ners #perawat #luar negeri