Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Diduga Sakit Keras, Mahasiswi ITB Ditemukan Meninggal di Kamar Kos di Bandung

Jay Wijayanto • Rabu, 2 Oktober 2024 | 21:36 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah

RADAR SURABAYA – Seorang mahasiswi di Institut Teknologi Bandung (ITB) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya, Selasa (1/10). Sebelumnya diketahui jika korban memiliki penyakit yang telah lama diderita yang diduga menjadi penyebab kematiannya. 

Penemuan jasad mahasiswi ITB ini terjadi di sebuah rumah indekos di RT 7 RW 4, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Selasa (1/10).

Korban berinisial KT, 21, merupakan mahasiswi asal Jakarta yang sedang menempuh Program Studi (Prodi) Teknik Fisika di Fakultas Teknologi Industri (FTI) angkatan 2021. Berdasarkan keterangan, korban meninggal dunia karena sakit keras.

Kejadian ini dikonfirmasi oleh pengelola kos bernama Yani. Ia mengaku penemuan jenazah korban bermula dari orangtua KT yang meminta tolong kepadanya untuk mengecek kondisi anaknya. Karena, ia khawatir anaknya itu tak kunjung bisa dihubungi sejak Senin dan komunikasi terakhir mereka di hari Minggu (29/9).

Akhirnya, Yani mengutus penjaga kos untuk mengecek kondisi KT di kamarnya. Ternyata pintu kamar tidak dikunci, sehingga penjaga langsung masuk dan menemukan korban sudah tergeletak dan tidak bergerak.

"Tadi dicek, diketuk (pintu), tidak keluar, disangka tidak ada orang di dalam kamar. Tapi pas dicoba dibuka kamarnya, ternyata tidak dikunci dan penjaga melihat kondisinya tergeletak," terang Yani, Selasa (1/10).

Saat penjaga kos menemukan jasad korban, ia tak berani untuk mengecek lebih jauh. Pun dengan para penghuni kos yang lain. Akhirnya, mereka memutuskan untuk memanggil pengurus RT setempat.

Setelah dilakukan pengecekan, perwakilan RT menelepon pihak kepolisian. Tak lupa, Yani juga menghubungi orangtua korban yang langsung berangkat menggunakan kereta cepat dari Jakarta.

Diketahui jika kondisi jasad korban saat ditemukan dalam posisi tengkurap dengan tubuh yang telah membiru dan mulut berbusa. Dugaan kuat kondisi ini akibat obat yang dikonsumsi korban karena penyakit kulit yang telah lama dialaminya.

Yani juga bercerita jika sebelumnya korban sempat tinggal di lantai bawah dan pindah ke atas karena sirkulasi udara yang kurang baik. Selama ini korban diketahui mengalami penyakit kulit yang parah dan sedang melakukan perawatan.

Hal ini kemungkinan besar menjadi alasan korban segan untuk berbincang dengan penghuni lain. "Orang tuanya juga telah menitipkan KT ke pengelola kos, termasuk obat yang harus diminum," terang Yani.

Kejadian ini juga dikonfirmasi oleh Humas ITB, Naomi Kuswanto. Naomi menceritakan jika pada hari Senin (30/9), korban KT tidak menghadiri perkuliahan. Sehingga, teman-temannya berpikir jika korban sedang sakit. Apalagi sebelumnya pada hari Minggu, korban mengeluh jika kondisi kesehatannya sedang kurang baik.

"Tim medis yang datang bersama polisi menyatakan bahwa Kimberly telah meninggal dunia. Setelah mendapatkan kabar mengenai meninggalnya Kimberly, Institut Teknologi Bandung langsung berkoordinasi dengan pihak keluarga dan pihak berwenang untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan lancar," kata Naomi, Selasa (1/10).

Pihak kampus ITB mengungkapkan kedukaan mereka atas kepergian KT dan memberikan bantuan dalam pengurusan jenazah, santunan dan dukungan moril bagi keluarga dan teman-teman terdekat korban.

"Kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga dan kerabat yang ditinggalkan. ITB akan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memastikan bahwa semua proses penanganan berjalan dengan baik dan sesuai prosedur," lanjut Naomi.  (ang/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#itb #mahasiswi #meninggal di kos