RADAR SURABAYA - Sarana prasarana wahana permainan anak di Jambore Playland akan terus ditambah.
Saat ini, salah satu permainan yang tengah digarap pemerintah kota untuk melengkapi fasilitas arena bermain anak di sana adalah flying fox.
Kepala Bidang (Kabid) Bangunan Gedung, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP), Iman Krestian mengatakan, beberapa arena permainan untuk saat ini memang sudah terpasang.
Sebutlah seperti rainbow slide atau prosotan, lalu trampolin, dan ada juga kereta keliling.
Hanya saja, untuk yang flying fox masih belum bisa difungsikan karena masih dalam tahap persiapan.
Ke depannya, dia mengaku akan terus menambah wahana permainan lain.
Kolam renang berkapasitas 100 orang itu diharapkan bisa menjadi salah satu jujukan baru warga kota Surabaya dalam berlibur.
"Kami sedang siapkan penambahan wahana permainan lain. Seperti kora-kora, carousel (komedi putar), dan ferris wheel (kincir ria). Kemungkinan minggu ini akan ada lagi wahananya. Jadi sambil proses jalan kita cari lagi apa yang bisa meramaikan arena bermain anak ini," kata Iman.
Dia menambahkan, tiket masuk untuk area kolam renang di Jambangan ini direncanakan akan ada di angka Rp 5 ribu bagi pelajar.
Namun, untuk saat ini, pemerintah masih menggratiskan tiket masuk ini selama satu bulan ke depan untuk menarik minat wisatawan ke sana.
"Warga bisa mengakses tiket gratis secara online melalui tiketwisata.surabaya.go.id," ujarnya.
Sebagai informasi, kolam renang milik pemerintah yang ada di Kecamatan Jambangan ini memiliki dua jenis kolam renang.
Pertama untuk pelajar lalu yang kedua untuk balita yang masuk kategori stunting.
Tujuannya, kolam renang stunting ini bisa digunakan sebagai terapi anak-anak Surabaya yang masuk dalam kategori stunting.
"Sehingga nanti, kolam renang yang digunakan bagi balita stunting tidak hanya di kantor PKK Surabaya. Tapi di sini juga bisa digunakan untuk balita yang terkena stunting," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meresmikan kolam renang Jambangan bertahuk Jambore Playland itu. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari