Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

RS Unair Surabaya Ditunjuk BPOM untuk Kembangkan Obat Tradisional

Rahmat Sudrajat • Sabtu, 21 September 2024 | 13:05 WIB
TINJAU: Kepala BPOMProf dr Taruna Ikrar saat  meninjau pengembangan obat herbal di RS Universitas Airlangga Surabaya, Jumat (20/9).
TINJAU: Kepala BPOMProf dr Taruna Ikrar saat meninjau pengembangan obat herbal di RS Universitas Airlangga Surabaya, Jumat (20/9).

RADAR SURABAYA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI) Prof dr Taruna Ikrar beserta tim dari BPOM RI hadir di Rumah Sakit (RS) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, untuk melihat langsung pengembangan inovasi dibidang pengobatan tradisional (batra).

Karena nantinya BPOM RI dan RS Unair akan mengembangkan batra.

RS Unair menjadi salah satu lokasi terpilih untuk pelaksanaan uji klinik obat-obatan di wilayah Jawa Timur.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Masyarakat Unair Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih menjelaskan, RS Unair dan Universitas Airlangga sangat siap akan hal tersebut, melihat fasilitas dan rekam jejak yang mumpuni dalam pelaksanaan uji klinik.

Termasuk dalam pengkajian obat-obat tradisional berbahan alam. 

“RS Unair sudah memiliki banyak rekam jejak sebagai mitra penelitian ataupun uji klinis. RS UNAIR juga mengembangkan dua Pusat Unggulan Antar Perguruan Tinggi (PUAPT), yang keduanya saling berinteraksi dalam pengembangan herbal medicine yang nanti mungkin bisa terstandarisasi dan menjadi bagian dari fitofarmaka,” tutur Prof Nyoman, Jumat (20/9).

Prof Nyoman meyakinkan kesiapan RS Unair untuk mendapatkan standarisasi dan fitofarmaka.

Mulai dari kelengkapan fasilitas, tim peneliti, sentra pengobatan tradisional, hingga standar-standar administrasi yang ke depannya akan mendapatkan pendampingan langsung oleh BPOM.

"Sebagai rumah sakit pendidikan, RS Unair tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan, tapi juga melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Prof Nyoman.

Sebagai lembaga pemerintahan yang mengawasi dan menjamin mutu dan kualitas kebutuhan masyarakat dalam hal obat, kosmetik, hingga makanan.

Peran BPOM tentu sangat dibutuhkan dalam mengawasi dan mendampingi proses produksi, mulai dari penelitian, uji klinis, hingga produksi. 

Perihal uji klinis dalam pengembangan inovasi obat tradisional berbahan herbal yang akan dilakukan oleh RS Unair.

Pihak BPOM RI siap lakukan pendampingan dan pengawasan dalam setiap proses, mulai dari riset bahan-bahan alam, administrasi, hingga pengembangan dan uji kesiapan produksi. 

Peran BPOM sendiri di sini kami berkolaborasi dengan perguruan-perguruan tinggi, selain memfasilitasi tentunya melakukan pendampingan dan pengawasan sejak tahap awal riset,” tutur Ketua BPOM RI, Prof Taruna.

Ia juga menekankan peran universitas sebagai pihak yang memiliki sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.

Unair sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia tentu dibutuhkan peran dan kerjasamanya dalam pengembangan inovasi ini. 

“RS Unair dan BPOM melakukan kerja sama untuk mempercepat proses, pengembangan, dan pemenuhan kebutuhan kita terhadap uji klinis obat-obatan, termasuk obat-obatan tradisional. Jadi kami, BPOM, akan sangat mendukung pengembangan, yang dapat dilanjutkan hingga dikelola oleh industri. Output mengenai registrasi dan pengesahan akan dibantu di tempat kami, BPOM RI,” pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#obat herbal #obat tradisional #Unair #rs unair #bpom