RADAR SURABAYA – Krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina akibat genosida yang terus dilancarkan Israel, menjadi isu yang memilukan, banyak pihak yang prihatin dan menggelar kegiatan kemanusiaan, seperti aksi yang diadakan oleh LMI melalui gerakan 1000 KM Ride for Palestine.
1000 KM Ride for Palestine adalah gerakan bersepeda jarak jauh yang dimulai dari Masjid Al Akbar, Kota Surabaya dan berakhir di Kantor Kementerian Luar Negeri, Ibu Kota Jakarta.
Gerakan ini berlangsung selama tujuh hari penuh, sejak tanggal 29 Agustus – 4 September dan telah menempuh perjalanan 1.000 KM, serta pengurangan karbon sebesar 12.933,86 kg.
Terdapat ratusan peserta dan komunitas sepeda yang mengikuti gerakan ini, sebagai perincian sebanyak 356 peserta mengikuti secara virtual dari daerah masing-masing, dan 7 peserta berhasil sampai ke lokasi finish, dengan akumulasi rute sejauh 59.402,14 km.
Bapak Guritno selaku Direktur Pendayagunaan LMI mengatakan gerakan ini merupakan sosialisasi kepada masyarakat untuk berpartisipasi secara konkret dengan peduli tentang isu kemanusiaan di Palestina, serta mengajak masyarakat agar lebih menjaga lingkungan dengan bersepeda yang berdampak pada pengurangan pencemaran udara.
“Dengan begitu masyarakat dapat berpartisipasi secara konkret untuk kesejahteraan Palestina dan lebih peduli, kenapa bersepeda, dengan bersepeda bisa menjadi alat transportasi yang tidak berdampak pencemaran lingkungan,” ucapnya.
Dari gerakan ini berhasil mengumpulkan donasi sebanyak Rp 75.062.610 yang berasal dari para peserta dan masyarakat yang turut mendonasikan sebagian rezekinya melalui peserta yang ditemui.
Melalui Donasi tersebut, LMI menyalurkan banyak bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina dengan pemberian kebutuhan bahan makanan dan selimut yang tentunya sangat diperlukan oleh warga Palestina yang sedang mengalami krisis pangan dan sandang.
LMI juga memberikan pelayanan kesehatan keliling untuk warga Palestina yang sangat diperlukan karena kurangnya ketersediaan obat-obatan dan juga ramainya warga yang mengalami penurunan kesehatan akibat perang.
Adanya kegiatan semacam ini, masyarakat menerima dampak positif melalui kesadaran untuk lebih kepedulian dan membantu dalam hal kemanusiaan dengan cara yang cukup kreatif dan inspiratif. (*/jay)
Editor : Jay Wijayanto