RADAR SURABAYA - Penguatan posisi Kota Pahlawan untuk menjadi daerah penghubung (superhub) dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya.
Salah satunya dengan meningkatkan komunikasi dengan pemerintah pusat untuk segera merealisasikan pembangunan tol Surabaya Easten Ring Road (SER).
Anggota DPRD Surabaya Aning Rahmawati mengungkapkan, dalam pembahasan Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Surabaya yang baru, akan ada tiga jalan baru di Surabaya.
Tiga jalan yang dimaksud itu yang pertama adalah tol SERR yang menghubungkan antaran pelabuhan Tanjung Perak dengan Bandara Juanda.
"Tol SERR ini nanti dari Juanda ke Tanjung Perak lewat pesisir. Jadi tidak ada pembebasan lahan dan pembangunannya (menggunakan) APBN. Sekarang (pemkot) sudah intensif komunikasi dengan pusat. Tol ini free konsepnya," kata Aning pada Radar Surabaya.
Selain tol SERR, ada lagi dua jalan lainnya yang masuk dalam pembahasan RTRW. Jalan itu adalah Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT) dan tol tengah kota.
"Untuk JLLT atau jalan kolektor sekunder, ini masih harus pembebasan lahan. Lalu Tol Kota, ini dari Juanda ke Tanjung Perak lewat tengah dan berbayar, ini given dari pusat tapi tetap perwujudannya harus persetujuan Surabaya," jelasnya.
Saat ini, dia menambahkan, untuk fokus pemerintah adalah merealisasikan tol SERR tersebut.
Karena itu, menurut dia, pemerintah kota harus terus menjalin komunikasi dengan pusat agar pembangunannya bisa segera terealisasi.
Sebab, dengan terealisasinya jalan ini nantinya akan berdampak pada sejumlah proyek lainnya untuk mewujudkan Surabaya sebagai daerah penghubung ke IKN.
"Tahun ini Flyover dari dan ke Teluk Lamong itu PSN dari APBN, itu nanti akan nyambung dengan Tol SERR. Jadi (Surabaya nantinya sebagai) Superhub megapolitan yang akan menguatkan juga jalur perdagangan IKN," ucapnya.
Legislator dari Fraksi PKS itu melanjutkan, perwujudan Surabaya sebagai Superhub Megapolitan itu juga tertuang dalam rencana strategis di Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Surabaya 2025-2045. Oleh karena itu, dia berharap realisasinya bisa segera dilakukan.
Sebab, dengan terealisasinya proyek ini, harapannya bisa semakin menghidupkan geliat perekonomian yang ada di Kota Pahlawan.
"Betul mas, namanya di RPJPD Surabaya pusat penghubung mobilitas dagang lokal, nasional, internasional. Makanya disebut sebagai superhub megapolitan," pungkasnya. (dim)
Editor : Jay Wijayanto