RADAR SURABAYA – Surabaya memiliki destinasi wisata baru bernama Wethan Wonderland yang berlokasi di RW 01 Kelurahan Banjar Sugihan, Kecamatan Tandes.
Wisata Wethan Wonderland menghadirkan 6 kampung tematik dengan perpaduan budaya (mix culture) lokal dengan mancanegara.
Kampung tematik adalah konsep pengembangan area perkampungan yang didasarkan pada potensi lokal, budaya, sejarah, hingga kreativitas warga setempat.
Tujuan dari dibuatnya kampung tematik adalah untuk memperbaiki kualitas lingkungan, memperkuat identitas komunitas, hingga meningkatkan ekonomi warga lokal melalui pariwisata.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad mengatakan, berdasarkan arahan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, bahwa Surabaya tidak hanya menjadi kota bisnis dan perdagangan, tetapi juga sebagai kota wisata.
“Dalam rangka pemerataan, wisata di perkampungan juga terus dikembangkan. Bagaimana wilayah di setiap kelurahan memiliki kampung tematik. Sehingga ketika Surabaya menjadi jujukan, sebagai kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), ada satu paket yang melekat,” kata Irvan Wahyudrajad, Minggu (15/9).
Pemerintah Kota Surabaya bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) terus berusaha mengembangkan kampung tematik tersebut.
Terhitung hingga saat ini, Kota Surabaya telah memiliki 35 kampung tematik yang dikategorikan dalam 3 bentuk?
Yaitu Kampung Unggulan terdiri dari 10 kampung, Kampung Wisata terdiri dari 20 kampung, dan Kampung Ekologi terdiri dari 5 kampung.
Beberapa wisata kampung tematik yang terkenal ada Kampung Ketandan dan Kebangsren di Kecamatan Genteng atau Kampung Nelayan di Kecamatan Bulak.
Ada kampung tematik yang baru saja resmi dibuka bulan September ini yaitu kampung Wethan Wonderland.
Pemilihan nama ‘Wethan’ ternyata kepanjangan dari ‘RW Satu Banjar Sugihan’.
Tidak tanggung-tanggung, Wethan Wonderland menghadirkan 6 kampung tematik sekaligus yang terdiri dari:
1. Kampung Teraja: Teras Jawa – China
2. Kampung Jawara: Jawa – Eropa
3. Kampung Joker: Jowo – Korea
4. Kampung Adinda: Apache – Indian – Dayak
5. Kampung Nostalgia
6. Kampung Jelita: Jepang – Bali
Irvan menjelaskan bahwa Wethan Wonderland merupakan tempat yang menarik karena memiliki paket wisata lengkap, mulai dari armada kendaraan untuk mengantar rombongan wisata, menawarkan makanan khas Surabaya, adanya penyewaan kostum di setiap kampung tematik, hingga menyediakan suvenir.
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Farah Andita Ramdhani, menyebut bahwa kampung tematik merupakan bagian dari Community-Based Tourism (CBT), yaitu wisata yang melibatkan peran masyarakat.
Farah bersama Bappeda Litbang Kota Surabaya akan menghubungkan kampung tematik dengan perusahaan, juga akan dipromosikan melalui tour operator.
“CBT kuncinya pada sosok di kampung itu yang menjadi leader. Kami melihat di sini saling mendukung, yakni menyatukan semuanya sehingga bisa sustainable lebih lama,” imbuhnya.
Camat Tandes Kota Surabaya, Febriadhitya Prajatara juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menjaga keberlanjutan kampung tematik di sektor kesehatan, lingkungan dan perekonomian.
“Diawali dengan Kampung Jepang-Bali yang kemudian menggugah warga kampung lainnya menciptakan kampung tematik. Karena ada nilai ekonomi, kami juga mendukung dengan memberikan beberapa ide dan inspirasi ke RT lain,” kata Febriadhitya.
Febriadhitya mengaku tengah menyusun paket wisata beserta tour guide yang nantinya akan dikelola oleh masyarakat.
“Kami berusaha untuk memfasilitasi para wisatawan,” katanya.
Untuk saat ini, belum ada biaya masuk ke wisata Wethan Wonderland. Pengunjung hanya membayar jika ingin meminjam kostum yang telah disediakan di setiap kampung tematiknya. (sas/mag/jay)
Editor : Jay Wijayanto