Pada proses pembongkaran itu, Eri didampingi sejumlah petugas dinas menggunakan alat berat ekskavator.
Sebelumnya, tembok tersebut dibangun oleh seorang warga yang mengaku memiliki hak atas tanah yang dijadikan akses jalan warga itu.
Beberapa kali mediasi telah dilakukan antara pemilik lahan dengan warga setempat yang melibatkan camat dan lurah, namun tak kunjung membuahkan hasil.
Sebab, warga yang mengaku memiliki hak atas tanah itu memiliki bukti kuat berupa sertifikat atas luas tanahnya.
"Alhamdulillah, perbatasan jalan Tambak Wedi dan Bulak Banteng ini setelah puluhan tahun tertutup akhirnya dibuka. Ini berkat dua orang hebat di Surabaya, ada Pak Muhammad dan ada Pak Daud ini. Dengan hati yang ikhlas ketika bertemu saya, saya nyuwun tulung untuk membuka jalan ini," ungkap Eri.
Ia menambahkan bahwa ketika akses jalan ini sudah dibuka, dia juga meminta agar warga sekitar memperhatikan betul kondisi lingkungan jalan.
"Yang melewati jalur ini, dulu jalur ini banyak terbuang sampah. Saya berharap warga sekarang kalau sudah dibuka seperti ini, ayo berterima kasih ke beliau-beliaunya ini (pemilik lahan), jangan buang sampah sembarangan lagi," kata Eri.
Di sisi lain, terbukanya ruas jalan ini setelah bertahun-tahun ditutup mendapat respons positif dari warga.
Sebab, jalan yang ditutup ini menjadi satu-satunya akses bagi warga sekitar apabila ingin bepergian ke arah barat seperti ke Bulak Banteng, Kedung Mangu dan sekitarnya.
"Iya terima kasih pemerintah kota, kami warga sini tidak perlu memutar lagi cari jalan tembusan kalau mau bepergian sekarang. Ini sangat memudahkan sekali bagi warga yang bermukim di area sini," ujarnya. (dim/jay)