RADAR SURABAYA - Usaha konveksi dan printing di Surabaya kebanjiran pemesanan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Meski belum masa kampanye namun para calon kepala daerah sudah memanasi mesin untuk memesan alat peraga kampanye untuk dibagikan kepada pendukungnya.
Salah satu usaha konveksi dan printing di Surabaya sejak dua minggu lalu sudah mulai mendapatkan pesanan kaos, tumbler atau botol air minum hingga lanyard atau tali yang biasa digantung untuk karu identitas atau id.
Bahkan, pemesanan sudah dilakukan oleh salah satu kontestan calon kepala daerah di Sumatera.
Tak hanya itu, penyelenggara pemilu dari Papua juga telah memesan di tempat usaha konveksi dan printing di Surabaya.
"Sudah mulai ramai dua minggu lalu. Ada yang pesan seribu sampai dua ribu kaos. Untuk pesanan sejauh ini dari luar Jawa," kata salah satu pengusaha konvensi dan printing, Sugiharto, Kamis (12/9).
Sugiharto menyebut, pemesanan biasanya meningkat dua sampai tiga kali lipat dibandingkan di luar penyelenggaraan kampanye pilkada.
Dia juga menyebut tahun ini pemesanan lebih ramai dibandingkan tahun sebelumnya.
"Lebih ramai sekarang (tahun ini, Red), kalau pilkada tahun sebelumnya kan masih tahap pemulihan dari pandemi Covid-19. Naiknya bisa dua sampai tiga kali lipat di luar pilkada," ungkap owner Konveksi 99 SUB ini.
Untuk mengantisipasi lonjakan pemesanan, Sugiharto mengaku dibantu oleh lima pekerja.
Bahkan dia harus menghidupkan mesin cetaknya sejak subuh karena pesanan sudah mulai berdatangan.
"Mesin cetak ini saja sudah digunakan subuh tadi sampai siang ini belum rehat," tuturnya.
Untuk urusan harga, dirinya mengaku mematok harga berkisar Rp 20-60 ribu.
Harga tersebut tergantung dari kualitas produk yang akan dipesan. Sugiharto menambahkan, saat ini banyak orang yang yang membutuhkan kecepatan dan harga terjangkau.
"Kalau harga sebetulnya tergantung kualitas. Tapi biasanya mereka sekarang cari yang pembuatannya cepat dan harganya murah," jelasnya.
Selain menerima pesanan pembuatan alat peraga kampanye, dia juga menerima sub pengerjaan yang tidak bisa dikerjakan oleh tempat usaha konveksi lainnya.
"Ya kadang juga ada tempat lain (usaha konveksi, Red) yang hanya ngesub saja," imbuhnya.
Dengan adanya penyelenggaraan pilkada tahun ini dia berharap penjualan bisa lebih baik dari tahun sebelumnya.
"Ya target dan harapan dalam pilkada tahun ini ya bisa 100 persen untungnya," harapnya.
Selain mendapatkan pesanan dari luar pulau dia juga mengaku di Jawa Timur biasanya mulai ramai pesanan ketika sudah ditetapkan nomor urut calon kepala daerah.
"Biasanya setelah nomor urut ditetapkan, tambah ramai pesanan. Kalau yang banyak pesan yang kontestan di Jawa Timur," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari