RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan merevitalisasi Pasar Kembang. Pasar itu sebelumnya terbakar habis pada tahun 2021 lalu dan sempat terbengkalai.
Saat itu, keinginan untuk merevitalisasi pasar ini sempat terhambat lantaran Surabaya dilanda pandemi Covid-19. Sehingga, kekuatan anggaran pemerintah kota lebih banyak difokuskan untuk penanganan pandemi terlebih dahulu.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan, revitalisasi ini ditargetkan tuntas akhir tahun 2024. Dalam upayanya melakukan revitalisasi itu, Eri mengaku pelaksanaannya mendapat dukungan kerja sama dari Bank Jatim berupa anggaran senilai Rp 4 miliar.
Selain itu, pemkot menurut dia juga meminta pada PD Pasar Surya untuk menggunakan penyertaan modal senilai Rp 22 miliar dari pemkot untuk pengembangan pasar tersebut.
"Semoga revitalisasi Pasar Kembang selesai di bulan Desember atau Januari. Saya berharap Pasar Kembang nanti bisa berubah dan menjadi ikon Kota Surabaya," kata Wali Kota Eri dalam acara pencanangan revitalisasi Pasar Kembang.
Eri mengakui, revitalisasi pasar ini baru bisa dilaksanakan tahun ini lantaran adanya keterbatasan anggaran pada tahun 2021 lalu. Keterbatasan anggaran yang dimaksud itu adalah fokusnya anggaran pemerintah kota untuk melakukan penanganan Covid-19.
"Kalau sudah dibangun nanti, saya titip tolong dijaga kebersihan dan lingkungannya. Dan Pasar Kembang menjadi ikon Kota Surabaya, menjadi contoh pasar perubahan untuk pasar-pasar lainnya di Surabaya," ucapnya.
Di sisi lain, Direktur Mikro, Ritel dan Menengah Bank Jatim, Arief Wicaksono mengatakan, Pasar Kembang ini sudah menjadi ikon bagi Kota Surabaya. Pasar ini menurut dia adalah pusat jajanan kota ini.
Oleh karena itu, dia pun berharap, dengan revitalisasi ini bisa menjadikan ekosistem di pasar ini semakin nyaman.
"Kami juga berharap transaksinya semakin maju, sudah cashless, sudah non-tunai. Semoga revitalisasi ini berjalan lancar dan cepat selesai," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Surya Surabaya, Agus Priyo menambahkan kalau revitalisasi ini tetap mengacu pada eksisting pasar yang sudah ada.
Namun, tetap ada sejumlah pembaharuan yang dilakukan. Salah satunya adalah berkenaan dengan tata letak pasar dan penerapan skema pembayaran menggunakan cashless.
"Yang baru nanti juga terkait dengan tata letak pasar yang bersih, tertib, tidak kumuh dan lebih modern," kata Agus Priyo. (dim)
Editor : Jay Wijayanto