Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Resmikan RS Kemenkes Surabaya, Presiden Jokowi Sebut Jatim Urutan Ketiga Kematian Tertinggi Akibat Stroke

Mus Purmadani • Jumat, 6 September 2024 | 16:29 WIB

RS RUJUKAN KATASTROPIK: Presiden RI, Joko Widodo, menyampaikan sambutan dalam peresmian RS Kemenkes Surabaya, di Jalan Indrapura, Jumat (6/9).
RS RUJUKAN KATASTROPIK: Presiden RI, Joko Widodo, menyampaikan sambutan dalam peresmian RS Kemenkes Surabaya, di Jalan Indrapura, Jumat (6/9).

RADAR SURABAYA - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Rumah Sakit (RS) UPT Vertikal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Surabaya, Jumat (5/9).

Rumah sakit ini menjadi satu dari empat RS Vertikal khusus penyakit katastropik yakni stroke, jantung dan kanker yang dibangun Kemenkes dan diresmikan pada tahun 2024.

"Penyebab kematian tertinggi di negara kita karena penyakit stroke berlebihan, selain penyakit jantung dan kanker. Jawa Timur menempati urutan yang ketiga setelah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Maka harus hati-hati mengenai ini," ujar Jokowi dalam sambutannya.

Jokowi menambahkan, pembangunan RS Vertikal Kemenkes ini sangat penting dalam rangka penanganan penyakit katastropik atau penyakit yang mengancam nyawa yang membutuhkan penanganan medis lama dan mahal. 

Jokowi mengaku tidak ingin bagi pasien yang menderita penyakit ini mesti berobat ke Singapura atau Malaysia.

"Kalau rumah sakitnya seperti kita lihat, saat saya masuk seperti masuk hotel bintang lima. Kalau rumah sakitnya seperti ini, pelayanannya baik, dan pasien cepet sembuh, ini akan mencegah penghilangan devisa kita Rp180 triliun per tahun. Karena masyarakat kita pergi ke Jepang, Amerika, Singapura, dan Malaysia hanya untuk berobat, Rp180 triliun, gede sekali," katanya.

RS Vertikal Kemenkes ini, sebut Jokowi, akan menambah 867 tempat tidur (bed) dengan biaya Rp1,6 triliun dan perawatan gedungnya mencapai Rp386 miliar.

"Ini untuk Surabaya, untuk Jawa Timur, nantinya akan menjadi hub bagi Indonesia Timur," jelasnya.

Menurut dia, pemerintah tidak masalah mengeluarkan anggaran besar asalkan pelayanannya semakin baik. "Ini yang kami inginkan," ujarnya.

SAPA SALAM SENYUM: Presiden Joko Widodo didampingi ibu Ny Iriana menyapa para tenaga kesehatan saat meresmkan RS Kemenkes Surabaya.
SAPA SALAM SENYUM: Presiden Joko Widodo didampingi ibu Ny Iriana menyapa para tenaga kesehatan saat meresmkan RS Kemenkes Surabaya.

Diketahui pembangunan RS Vertikal Kemenkes Surabaya telah dimulai sejak tahun 2022 dan merupakan Program Prioritas Nasional (ProPN) Bidang Kesehatan yang sesuai dengan Rencana Kerja Kementerian Kesehatan Tahun Anggaran 2022 hingga 2024.

Pembangunan RS ini memiliki nilai anggaran gedung sebesar Rp1.637.032.440.000 dan anggaran alat kesehatan dari Islamic Development Bank (IsDB) sebesar Rp386.988.000.000 serta dari rupiah murni sebesar Rp159.652.110.000.

RS Kemenkes Surabaya memiliki luas bangunan 163.380 m², terdiri dari empat gedung yang berfungsi sebagai satu gedung medical center atau gedung utama serta tiga gedung pelayanan yang masing-masing disediakan untuk penanganan penyakit kanker, jantung, dan stroke.

RS Kemenkes Surabaya memiliki kapasitas 772 tempat tidur ruang rawat inap, 59 tempat tidur HCU/ Intermediate Care, 95 tempat tidur ICU/PICU/ICVCU/PACU, 16 ruang operasi, dan 20 unit kemoterapi.

Selain itu RS Kemenkes Surabaya dilengkapi dengan alat-alat berteknologi canggih penunjang pelayanan kesehatan seperti mammography, CT Scan 256, MRI 3T, PET-CT yang tidak kalah dengan fasilitas RS di luar negeri.

RS Kemenkes Surabaya diproyeksi akan memiliki peran strategis dalam upaya menurunkan penyakit kanker, jantung, dan stroke di Indonesia serta menjadi rumah sakit dengan layanan unggulan setingkat Asia dan menjadi RS Pendidikan, dan Penelitian serta jejaring pengampu layanan otak, jantung, dan kanker dan sistem jejaring layanan rujukan melalui optimalisasi peran RS Vertikal dalam upaya peningkatan akses dan kualitas layanan kanker, jantung, dan otak di Indonesia.

Pembangunan RS Kemenkes Surabaya memiliki konsep Smart Hospital, dengan mengedepankan penggunaan teknologi digitalisasi sistem pelayanan kesehatan, hemat energi dan ramah lingkungan.

Selain itu pelayanan di RS Kemenkes Surabaya akan selalu mengutamakan kebutuhan pasien (patient center) dan memprioritaskan keselamatan pasien (patient safety).

RS Kemenkes Surabaya memiliki fokus pengembangan sumber daya manusia yang bertujuan terutama untuk membangun budaya kerja yang baik.

Pembangunan RS Kemenkes Surabaya didesain untuk dapat memberikan layanan komprehensif, khususnya penyakit katastropik, secara paripurna mulai dari diagnostik, terapetik, hingga rehabilitatif. Pembangunan RS UPT Vertikal juga untuk bersaing dengan rumah sakit lain di Asia.

Pembangunan RS Kemenkes Surabaya ini merupakan wujud tanggung jawab pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan rujukan tersier yang bermutu dan terjangkau serta melayani masyarakat di Provinsi Jawa Timur dan seluruh masyarakat Indonesia timur.

Karena rumah sakit ini diharapkan akan menjadi super hub dimana rumah sakit-rumah sakit besar di Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, kalau butuh rujukan pelayanan yang lebih spesifik ke RS Kemenkes Surabaya ini. 

Dasar penetapan lokasi RS UPT Vertikal di Surabaya karena memiliki aksesibilitas yang baik dari berbagai daerah di Indonesia. Selain memiliki rute langsung penerbangan udara yang cukup banyak, termasuk jalur-jalur internasional ke dan dari Asia, Eropa, Amerika dan Australia.

Dengan kemudahan aksesibilitas ini, RS UPT Vertikal Surabaya dapat mengurangi beban antrean layanan jantung, kanker dan stroke di wilayah Jawa. Selain itu, RS UPT Vertikal Surabaya dapat memperluas jangkauan layanan dalam skala Nusantara. (mus) 

Editor : Jay Wijayanto
#jantung #kanker #stroke #Presiden Jokowi #rs kemenkes surabaya #RS UPT Vertikal