RADAR SURABAYA - Perkembangan teknologi kesehatan yang semakin maju membuat tindakan operasi bisa dilakukan lebih mudah dan aman.
Itu pula yang dilakukan di Ciputra Hospital (CiHos) terhadap pasien penderita Hemifacial Spasme yang ditandai dengan kedutan di wajah terus menerus.
Bahkan kalau sudah parah wajah bisa tampak perot atau tidak simetris. Jika tidak segera dilakukan tindakan operasi akan sangat mengganggu aktivitas penderita.
Sebab seringkali kedutan ini terjadi setiap saat dan tidak terkontrol. Bahkan seringkali mata bisa menutup namun susah untuk dibuka kembali.
“Hingga saat ini belum ditemukan apa penyebabnya dan apa obatnya. Tindakan operasi merupakan satu-satunya untuk mengatasi Hemifacial Spasme ini,” kata dr. Agus Choirul Anam, Sp.BS(K), ahli bedah saraf Ciputra Hospital Surabaya, Rabu (4/9).
Dijelaskan, penyakit ini terjadi disebabkan adanya tekanan pada pembuluh darah pada saraf wajah (nervus fasialis) atau saraf nomor 7.
Pembuluh darah dan saraf wajah nomor 7 yang harusnya terpisah, namun pada kasus seperti ini justru menempel (dempet). Sehingga kedutan terus dan harus dipisahkan.
Tindakan Live Surgery Microvascular Decompression (MVD) ini harus dilakukan dengan hati-hati. Sebab, batang tengkorak bagian bawah telinga harus dilubangi sekitar 1-2 cm.
Kemudian dimasukan alat untuk mendeteksi secara tepat posisi saraf nomor 7 dan pembuluh darah yang menempel. Selanjutnya dipisahkan dengan cara dimasukan semacam bantalan atau serabut teflon.
“Karena itu, tindakan operasi ini harus didukung dengan mikroskop yang canggih. Kebetulan di Ciputra Hospital sudah memiliki mikroskop seri terbaru. Hal itu sangat memudahkan operasi. Sebab, posisi pembuluh darah dan saraf nomor 7 yang menempel dapat diketahui dengan tepat,” tambahnya.
Dia mengaku, tindakan operasi MVD ini tidak memerlukan waktu lama yakni sekitar 1-1,5 jam.
Tindakan operasi dilakukan secara live pada media. Sementara keluarga pasien menuggu di ruang khusus yang juga menyaksikan secara live.
Tim dokter yang melakukan operasi Live Surgery Microvascular Decompression adalah dr. M. Sofyanto, Sp.BS, dr. Agus Chairul A, Sp.BS(K) dan dr. Gigih Pramono, Sp.BS.
“Operasi MVD ini sangat aman. Tingkat keberhasilannya 98 persen. Setelah operasi, dua hari pasien sudah bisa pulang dengan kondisi wajah sudah normal kembali,” ujar dr ACA, panggilan akrabnya.
Sementara itu, dr. Siska Sindhuatmadjaja, Direktur Operasional Ciputra Hospital Surabaya, menambahkan, Live Surgery Microvascular Decompression ini merupakan operasi pertama di rumah sakit milik Ciputra Group. Setelah ini ada 15 pasien lagi yang siap dioperasi untuk penyakit yang sama.
“Dengan peralatan yang lengkap dan modern, kami siap memberikan pelayanan terbaik pada semua pasien,” katanya.
Dikatakan, CiHos memiliki fasilitas yang lengkap. Rumah sakit kelas premium di CitraLand Surabaya ini memiliki 4 layanan unggulan yaitu Heart & Vascular, atau pusat pelayanan jantung dan pembuluh darah yang mencakup seluruh perawatan mulai dari konsultasi, pencegahan, diagnosis, pengobatan, hingga rehabilitasi.
Selain itu juga ada Neuroscience atau pusat layanan kesehatan untuk perawatan sistem saraf meliputi otak, saraf tulang belakang dan saraf tepi yang terdapat di seluruh bagian tubuh.
Yang ketiga yaitu Oncology atau pusat layanan kesehatan yang mencakup seluruh spektrum kanker mulai dari deteksi dini (pemeriksaan Laboratorium, Radiologi, dan PET Scan) hingga perawatannya (Surgery, Chemotherapy, dan Radiotherapy).
Selain itu, Ciputra Hospital Surabaya juga bekerja sama dengan Singapore Medical Group (SMG), yaitu Ciputra SMG Curie Cancer Center untuk perawatan kanker.
“Di CiHos juga ada layanan khusus Women & Children, dengan menyediakan layanan perawatan ginekologi rutin, pelayanan kehamilan, persalinan, perawatan pasca melahirkan dan tumbuh kembang anak. Area Women & Children juga dilengkapi dengan akses khusus untuk ibu hamil dan anak sehat, tutup dr. Siska. (fix)
Editor : Jay Wijayanto