RADAR SURABAYA - Pemasangan tiang pancang untuk proyek terowongan atau tunnel di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) Surabaya tak kunjung selesai.
Sebelumnya pemasangan tiang pancang ini terkendala adanya pipa PDAM yang bocor. Kini, alasan belum selesainya pembangunan tunnel ini disebut lantaran keterbatasan lahan untuk menyimpan material.
Kasi Angkutan Jalan dan Penumpang Dishub Surabaya Ali Mustofa mengatakan, pemasangan tiang pancang ini diperkirakan akan selesai di hari Selasa (3/9) besok.
Sebab, dia mengaku ada sejumlah kendala teknis yang menyebabkan kenapa progres pemasangan yang harusnya tuntas di bulan Agustus kemarin hingga sekarang masih belum tuntas.
"Tinggal sedikit (untuk pemasangan tiang pancangnya). Insya Allah besok sudah selesai untuk pancangnya. (Kendalanya) hanya penempatan material karena lahannya terbatas, sehingga pengiriman tiang pancang bertahap," kata Ali kepada Radar Surabaya, Senin (2/9).
Kendati begitu, Ali menegaskan bahwa sejumlah pengerjaan lain terus berjalan pada proyek senilai Rp 35 miliar itu.
Seperti pengecoran untuk struktur terowongan. Saat ini progresnya sudah hampir mencapai setengah dari total panjang terowongan.
Hal ini, menurut dia, sesuai dengan instruksi dari Wali Kota Eri Cahyadi agar pengerjaan dilakukan dengan cara paralel.
Maksudnya, ketika pemasangan tiang pancang semakin beranjak maju ke arah Kebun Binatang Surabaya (KBS), maka untuk bagian awal sudah harus dilakukan pengecoran.
"Ada yang mulai pengecoran lantai dan ada yang dinding. Sebagian ada yang sudah selesai pengerjaan pengecoran atap. Saya cek di lapangan update-nya sekira 40 persenan," ucapnya.
Sesuai target, proyek ini diharapkan bisa rampung di bulan September ini. Dia mengaku optimis proyek ini bisa tuntas tepat waktu. Sehingga jadwal launching bisa dilakukan sesuai dengan timeline yang sudah ditentukan.
"Sekarang (fokusnya) masih proses pengecoran. Kalau sudah selesai pengecoran, pekerjaan berikutnya akan beralih ke pekerjaan arsitekturalnya," ujarnya. (dim/jay)
Editor : Jay Wijayanto