Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Umat Buddha Nyalakan 10.000 Lilin di Tugu Pahlawan Surabaya, Sebarkan Cahaya Perdamaian untuk Indonesia dan Dunia

Rahmat Sudrajat • Senin, 2 September 2024 | 02:06 WIB
SIMBOL: 10.000 lilin dinyalakan di Tugu Pahlawan sebagai harapan akan perdamaian Indonesia dan dunia, Sabtu (1/9) malam.
SIMBOL: 10.000 lilin dinyalakan di Tugu Pahlawan sebagai harapan akan perdamaian Indonesia dan dunia, Sabtu (1/9) malam.

RADAR SURABAYA - Ribuan umat Buddha berkumpul di Tugu Pahlawan menyalakan lilin pelita perdamaian untuk Indonesia dan dunia.

Mereka juga memanjatkan doa bersama dengan dipimpin masing-masing pemuka agama.

Acara yang bertajuk Light of Peace Indonesia 2024 merupakan rangkaian memperingati Hari Asadha 2568 TB/2024.

Sekaligus momentum kebersamaan untuk menyebarkan cahaya kedamaian.

Penyalaan lilin perdamaian pertama dilakukan oleh para Biksu sekaligus beberapa tokoh stakeholder di Jawa Timur.  Kemudian diikuti oleh ribuan umat Buddha.

Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Jawa Timur, Irwan Pontoh menjelaskan, perayaan Hari Asadha yang memiliki makna pemutaran roda dharma yang pertama kali dari Buddha dalam mengajarkan ajarannya kepada lima orang Biksu.

Ribuan umat Buddha merayakan Hari Asadha 2568 TB/2024 di Tugu Pahlawan.
Ribuan umat Buddha merayakan Hari Asadha 2568 TB/2024 di Tugu Pahlawan.

Sekaligus terbentuknya pertama kali pertemuan sangha (perkumpulan bikhu dan juga lengkapnya Tri Ratna tiga pertama yakni, Buddha, Dharma dan Sangha.

"Kami umat Buddha merayakan hari raya Asadha sekaligus juga memperingati HUT RI ke-79 bersama-sama sekaligus menyalakan lilin perdamaian," kata Irwan, Minggu (1/8).

Ada 10.000 lilin pelita yang dinyalakan. Tak hanya itu, acara ini juga dihadiri oleh Biksu dari berbagai negara seperti Jepang, Nepal, Milan, Singapura, Thailand dan Indonesia.

Irwan mengaku, para Biksu hadir atas inisiatif sendiri, karena mendengar ada penyalaan lilin pelita perdamaian sehingga mereka antusias bergabung.

"Ada 21 Biksu yang hadir dari beberapa negara di dunia ini karena mereka antusias ingin hadir dalam lilin pelita perdamaian sebagai simbol penerangan diri kita dan lingkungan," tuturnya.

Doa yang dipanjatkan oleh para Biksu dan pemuka agama dapat menjadi harapan untuk perdamaian bangsa.

"Biksu sekaligus pemuka agama memanjatkan doa perdamaian, menyulutkan lilin pelita perdamaian dari pribadi, hati yang damai menyebar ke seluruh sudut Indonesia dan seluruh dunia," harapnya.

Dia mengaku pemilihan Tugu Pahlawan sebagai tempat perayaan Asadha karena memiliki nilai sejarah yang tidak bisa dilupakan.

Perayaan ini juga menandai kali kedua digelar di tempat yang sama, tepatnya tahun 2007 lalu.

"Memilih Tugu Pahlawan karena memiliki nilai sejarah yang tidak bisa kita lupakan disinilah perjuangan bangsa dan jadi gengsi Jawa Timur. Kami juga sudah dua kali menggelar acara yang sama di Tugu Pahlawan pertama tahun 2007," terang Irwan.

Hadir dalam Light of Peace Indonesia 2024 pejabat Pemprov Jatim, Pemkot Surabaya dan beberapa tokoh masyarakat.

Dengan diikuti 1.500 umat dan menyalakan 10.000 lilin perdamaian, Sabtu (31/8) malam. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#buddha #cahaya kedamaian #Hari Asadha #Tugu Pahlawan #Light of Peace Indonesia 2024