RADAR SURABAYA - Menjadi seorang anggota dewan, tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh Bima Rafsanjani Rafid.
Pemuda yang baru berusia 22 tahun ini resmi dilantik sebagai anggota DPRD Jawa Timur periode 2024-2029, Sabtu (31/8).
Bima mengaku saat ini dirinya masih tercatat sebagai mahasiswa jurusan Sosiologi Politik Universitas Brawijaya (UB).
Dia mengaku mengenal dinamika politik sejak kecil. Ayahnya, Sumail Abdullah, merupakan anggota DPR RI.
Namun, hal itu bukan alasan utama yang mendorongnya untuk maju.
"Saya terjun ke politik atas dorongan teman-teman organisasi di kampus. Kondisi demokrasi Indonesia yang sedang berkembang, serta bonus demografi yang didominasi oleh pemilih muda, menjadi faktor penting,” terangnya.
“Generasi muda sekarang punya kekuatan besar. 60 persen pemilih adalah Gen Z dan milenial. Saya merasa bahwa suara mereka harus diwakili oleh orang yang mengerti dan sefrekuensi," imbuhnya.
Bima yang berangkat dari Partai Gerindra untuk Dapil Jatim 4 (Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso) ini berhasil meraih 78.656 suara,
“Kemenangan ini bukan hanya karena saya, tapi karena banyaknya dukungan dari anak-anak muda yang ingin perubahan. Saya merasa sangat beruntung dan bersyukur,” katanya.
Sebagai anggota DPRD termuda, Bima menyadari bahwa tanggung jawabnya sangat besar.
Salah satu fokus utamanya adalah pemberdayaan pemuda, terutama terkait masalah sulitnya mencari pekerjaan.
“Banyak anak muda yang aspirasinya belum tersampaikan, terutama soal pekerjaan. Mereka butuh dirangkul, didukung, dan diberi peluang yang lebih luas,” tegasnya.
Bima melihat bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk membawa perubahan, tetapi seringkali mereka tidak memiliki akses atau kesempatan untuk berkembang.
"Saya ingin memastikan bahwa anak muda di Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso punya akses lebih baik ke lapangan kerja dan program-program pemberdayaan," jelasnya. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari