RADAR SURABAYA - Cinta lingkungan harus dipupuk sejak dini. Inilah yang mendorong SDN Pakis III Surabaya mengadakan gerakan menanam pohon di sekitar lingkungan sekolah.
Ada ribuan bibit tanaman asam jawa dan serai yang ditanam. Pembibitan dilakukan sendiri oleh para murid sejak beberapa pekan sebelumnya.
“Kami ingin menanamkan kepada para siswa untuk cinta lingkungan, sadar iklim, dengan melakukan penghijauan. Sehingga siswa memahami pentingnya penghijauan di lingkungan sekitarnya,” kata Kepala SDN Pakis III Surabaya Mufidah Andiani di Surabaya, Jumat (30/8).
Menurut Mufidah, sekolah yang berada di Dukuh Kupang Timur XIII itu sudah lama menjadi Green School. Kepedulian terhadap lingkungan sangat ditekankan kepada para siswa.
Tanaman asam pun menjadi ikon sekolah yang pernah dikunjungi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Wapres Wuri Maruf Amin itu. Di halaman sekolah terlihat begitu banyak bibit asam dan serai yang siap ditanam.
Ermy Pudji Astuti, guru pembina lingkungan hidup SDN Pakis III, menambahkan, sebanyak 1.400 bibit asam dan 725 bibit serai disiapkan sejak Februari lalu. Sebagian bibit diberikan kepada warga sekitar untuk ditanam di halaman rumah masing-masing.
"Asam dan serai ini banyak yang suka karena bisa diolah menjadi minuman herbal. Manfaatnya banyak," kata guru yang tinggal di kawasan Simo Pomahan Baru itu.
Pihak sekolah juga memberi dukungan penuh kepada dua muridnya yang tengah mengikuti Pemilihan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2024 yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau. Dua siswa itu Rafardhan Attalla Alauna Kevan dan Azzahra Safa Ramadani.
Kedua murid itu punya kepedulian luar biasa terhadap lingkungan. Rafardhan, misalnya, tak lelah melakukan pembibitan dan penanaman pohon di sekitar rumahnya.
"Mudah-mudahan mereka berhasil menjadi Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2024," kata Erny. (rek)
Editor : Lambertus Hurek