RADAR SURABAYA- Kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang sempat viral di media sosial (medsos) saat ini sudah dalam penyidikan Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Moses Hendry sebagai terlapor dalam kasus ini angkat bicara terkait video penganiayaannya yang viral tersebut.
Moses mengungkapkan, ia khilaf saat itu dan tidak tahu jika direkam secara diam-diam.
Namun, setelah kejadian pemukulan itu ia meminta maaf pada istri dan anaknya.
Bahkan mereka makan bersama di sana. "Saya memeluk dia dan anak-anak. Kemudian kami makan bersama. Saya sudah meminta maaf saat itu," katanya.
Mengenai KDRT yang dilakukan selama puluhan tahun seperti yang disampaikan istrinya Sherly, Moses memastikan itu tidak ada.
Bahkan, ia mengaku mencukupi semua kebutuhan istri dan anaknya. "Selama 20 tahun itu mengada-ada. Saya bahkan rayakan ulang tahun mewah untuk dia. Kalau selama itu, tidak mungkin ada acara tersebut, " ungkapnya.
Ia juga menunjukkan bukti pengancaman yang diduga dilakukan istrinya tersebut.
Ia sempat di Whatsapp (WA) Sherly, istrinya ini meminta uang Rp 20 Milyar. Jika ini tidak dituruti maka videonya akan diviralkan. Bahkan dalam salah satu pesan WA jika Moses tidak mentransfer uang Rp 20 Milyar paling lambat 20 Agustus lalu, maka videonya akan viral.
Bahkan, dalam chat tersebut Sherly meminta ia bersiap-siap melihatnya ada di beberapa podcast artis ternama. "Saya lihat ini dilakukannya karena ada pria idaman lain. Saya tahu siapa berinisial S," katanya.
Ia berharap kasus ini berakhir damai karena melihat anak-anaknya yang masih butuh kasih sayangnya.
"Saya berharap kasus ini bisa berakhir damai," terangnya. (gun/nug)
Editor : Agung Nugroho