RADAR SURABAYA - SMP Muhammadiyah 1 Surabaya sukses membangkitkan semangat nasionalisme para siswanya melalui kegiatan kunjungan sejarah, Jumat (23/8).
Dengan mengunjungi Museum Tugu Pahlawan dan Museum Surabaya di Gedung Siola, siswa diajak untuk lebih dekat mengenal sejarah perjuangan bangsa dan perkembangan kota Surabaya.
Di Museum Tugu Pahlawan, para siswa disuguhkan dengan berbagai koleksi benda-benda bersejarah, diorama, dan foto-foto yang menggambarkan peristiwa heroik Pertempuran 10 November 1945.
Melalui penjelasan dari pemandu, siswa dapat membayangkan betapa sengitnya pertempuran dan besarnya pengorbanan para pahlawan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
"Kunjungan ke Museum Tugu Pahlawan ini sangat berkesan bagi saya. Saya merasa terharu dan bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki sejarah perjuangan yang begitu panjang dan heroik," ujar M. Muis, siswa kelas 9A.
Setelah dari Museum Tugu Pahlawan, perjalanan dilanjutkan ke Museum Surabaya di Gedung Siola. Di sini, siswa diajak menyusuri lorong waktu dan melihat perkembangan kota Surabaya dari masa ke masa.
Koleksi-koleksi yang dipamerkan, mulai dari benda-benda peninggalan zaman kolonial hingga perkembangan kota Surabaya modern, berhasil memukau para siswa.
"Museum Surabaya ini seperti jendela waktu yang membawa kita kembali ke masa lalu. Melalui kunjungan ini, kami berharap siswa dapat lebih mencintai kota Surabaya dan memiliki rasa tanggung jawab untuk melestarikan warisan budaya," ungkap Kepala SMP Muhammadiyah 1 Surabaya Iswahyudi, S.Si.
Kunjungan ke kedua museum tersebut tidak hanya memberikan wawasan sejarah, tetapi juga memiliki tujuan yang lebih luas.
Menurut Iswahyudi, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter positif seperti patriotisme, nasionalisme, dan rasa hormat terhadap para pahlawan.
"Kami ingin generasi muda kita memiliki rasa cinta tanah air yang kuat. Dengan mengenal sejarah perjuangan bangsa, mereka akan lebih menghargai kemerdekaan yang telah kita nikmati saat ini," tambah Iswahyudi.
Diharapkan, kunjungan sejarah ini dapat menjadi inspirasi bagi para siswa untuk terus belajar dan menggali lebih dalam tentang sejarah bangsa.
Selain itu, diharapkan juga siswa dapat menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai positif bagi lingkungan sekitar dan masyarakat. (ind/nur)
Editor : Jay Wijayanto