RADAR SURABAYA - Belasan anak muda yang berasal dari Surabaya dan Madura mengucapakan ikrar Aksara Nusantara di kawasan Kembang Jepun, Surabaya sebagai tempat yang multi kultural.
Ikrar Aksara Nusantara ini dilakukan di warung Cak Kan sebelah kantor Surat Kabar Harian Radar Surabaya.
Mereka juga memasang sebuah benner yang bertuliskan aksara jawa di warung kopi tersebut.
Ikrar Aksara Nusantara dan pemasangan banner di warung kopi sebagai wujud edukasi sinau aksara Jawa.
Warung kopi juga identik sebagai tempat bercengkrama dan melepas lelah masyarakat bumiputera.
Ketua Puri Aksara Rajapatni, Nanang Purwono mengaku, di kawasan Kembang Jepun memang terkenal sebagai tempat multi kultural, ada China, Eropa, Melayu dan juga Arab.
Namun jauh sebelum bangsa lain masuk Kembang Jepun merupakan rumah bagi orang Jawa dan Madura.
Sehingga ikrar sekaligus penulisan aksara Jawa sangat tepat di warung kopi Cak Kan yang menjadi tempat favorit masyarakat bumiputera.
Apalagi, Nanang menyebut, di pertokoan atau tempat bisnis di Kembang Jepun sudah bertuliskan aksara China.
"Pemilihan lokasi ini untuk mendorong kesadaran bersama dalam rangka upaya turut melestarikan aksara Nusantara. Apalagi di jalan Kembang Jepun, yang dikenal sebagai Pecinannya Surabaya, sudah ada signage signage beraksara Hanzi China," kata Nanang, Minggu (25/8).
Kegiatan ikrar ini berlangsung sederhana dan khidmat dengan diikuti oleh 12 siswa dari dua sekolah yakni SMA St Louis Surabaya dan SMKN 2 Bangkalan, Madura.
Mereka peserta Sinau Aksara Jawa gelombang ke-4, yang selama ini diadakan oleh komunitas aksara Jawa di gedung Museum Pendidikan Surabaya.
Bagi Nanang jumlah yang sedikit ini tak mengurangi esensi dari keberadaan anak-anak muda yang masih ingin belajar dan melestarikan aksara Jawa maupun aksara nusantara.
"Memang tak banyak peminat yang mau belajar aksara Jawa paling tidak mereka punya tekad yang kuat ke depan untuk belajar dan mempunyai mimpi yang kuat buat sejarah bangsa Indonesia," terangnya.
Founder Begandring Soerabaia ini lebih lanjut menjelaskan, aksara Jawa merupakan bagian dari aksara Nusantara.
Oleh karena itu dia ingin aksara Jawa ini menjadi pelecut anak muda saat ini untuk lebih mencintai aksara di tengah kondisi kearifan lokal dan nilai sejarah yang sudah terkikis okeh zaman.
"Aksara nusantara dipandang tidak lebih berguna dibanding dengan aksara Latin sehingga aksara Nusantara semakin ditinggalkan dan dianggap kuno. Padahal Aksara Nusantara adalah identitas bangsa, yang terbentuk berdasarkan kedaerahan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke," tegasnya.
Teks ikrar Aksara Nusantara dibacakan oleh Okky dari SMA St. Louis Surabaya, yang kemudian diikuti oleh peserta ikrar.
Berikut teks ikrar Aksara Nusantara
1. Kami Dharma Putera Indonesia berikrar melestarikan Aksara Nusantara untuk memperkuat identitas bangsa.
2. Kami Dharma Putera Indonesia berikrar siap menjadi duta pemashuran aksara nusantara di dalam dan mancanegara.
3. Kami Dharma Putera Indonesia berikrar sanggup mengenal, belajar dan menggunakan aksara Nusantara sesuai aksara lokal di daerah masing masing di mana pun berada.
Dalam teks ikrar aksara nusantara ini juga dilengkapi dengan aksara Jawa. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari