RADAR SURABAYA - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur - Bali memastikan Jembatan Suramadu dalam kondisi aman.
Pasalnya jembatan terpanjang se-Indonesia ini selalu dalam pemeliharaan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Satker Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu Andi Nugroho Jati kepada Radar Surabaya, Kamis (22/8).
“Secara teknis, Jembatan Suramadu ini dirancang berusia 100 tahun. Kita selalu melakukan pemeliharaan jembatan tersebut. Jadi misalkan ada yang berandai-andai usianya tidak sampai 100 tahun boleh-boleh saja,” ujarnya, Kamis (22/8).
Menurutnya, untuk pemeliharaan membutuhkan anggaran. Andi menambahkan, anggaran pemeliharaan ini terbagi menjadi tiga yaitu dana minimalis, dana tengah dan dana ideal.
“Nah saat ini kita menyesuaikan pendanaan yang ada. Yakni Rp 40 miliar. Anggaran tersebut terbagi Rp 15 miliar untuk pemeliharaan jembatan, Rp 15 miliar untuk pemeliharaan jalan, dan yang Rp 10 miliar untuk pengawasan/sensor dan pemeliharaan rest area,” katanya.
Lebih lanjut Andi mengatakan, idealnya anggaran pemeliharan Rp 60 miliar, namun saat ini menyesuaikan dengan pendanaan yang ada.
“Jadi untuk pemeliharaan yang terpenting ibaratnya sandang, pangan dan papannya terlebih dulu. Untuk kebutuhan tersiernya nanti dulu,” jelasnya.
Andi optimistis usia jembatan ini tercapai hingga 100 tahun, selama tidak ada gangguan dari luar seperti bencana alam gempa bumi.
Menurutnya, gempa bumi yang terjadi di Tuban beberapa waktu lalu tidak berpengaruh signifikan terhadap Jembatan Suramadu.
“Setelah kita cek memang ada pergeseran. Tapi itu rencana sesuai konstruksi. Kalau dibuat rigid tidak bisa geser malah fatal dampaknya,” terangnya.
Saat ditanya apakah ada baut maupun besi Jembatan Suramadu yang hilang, Andi membenarkannya.
Akan tetapi baut atau besi yang hilang itu tidak berpengaruh pada struktural jembatan.
“Memang rawan orang yang usil mengambil baut atau besi pengaman yang fungsinya agar orang tidak meloncat bunuh diri. Jadi bukan yang berpengaruh pada kondisi struktural jembatan,” pungkasnya. (mus/nur)