RADAR SURABAYA - Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya yang tergabung dalam Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) menggelar workshop terkait kearifan lokal di kantor Radar Surabaya, Jalan Kembang Jepun 167-169. Salah satunya pengenalan aksara Jawa.
Persiapan dilakukan pada Selasa sore (20/8). Sedangkan kegiatannya dilalukan pada Rabu sore (21/8). Nanang Purwono, pengurus Puri Aksara Rajapatni sekaligus Begandring Soerabaia tampak mendampingi langsung komunitas AMN Surabaya.
"Kita memang berkomitmen untuk menggali sekaligus melestarikan aksara-aksara di Nusantara. Karena di Surabaya, maka kita perkenalkan aksara Jawa kepada teman-teman mahasiswa dari berbagai daerah," kata Nanang.
Menurut dia, program ini merupakan gagasan dari Mayjen (Purn) Dr Gamal Haryo Putro sebagai pengasuh AMN di Surabaya. Tujuan kegiatan ini juga sekaligus memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
"Apalagi Surabaya dikenal sebagai kota multikultural dan kota terbuka mengingat posisinya sebagai pintu gerbang wilayah Indonesia Timur. Sebagai pintu gerbang, Surabaya juga sudah dikenal sejak era Majapahit di abad ke-13, 14, dan 15," kata mantan jurnalis JTV itu.
Sesuai dengan agenda kegiatan, para mahasiswa juga dijadwalkan mengunjungi Tugu Pahlawan sebagai simbol perjuangan arek-arek dan pejuang Surabaya dalam peristiwa November 1945. Tugu Pahlawan tidak hanya menjadi simbol lokal tetapi juga simbol nasional Indonesia.
"Peristiwa heroik di Surabaya menjadi latar belakang peringatan Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November," kata Nanang. (rek)
Editor : Lambertus Hurek