RADAR SURABAYA - Sebuah video viral puluhan warga mendatangi salah satu kantor perumahan di Jalan Tambak Wedi, Surabaya, untuk menuntut ganti rugi. Namun, ternyata kantor tersebut hanya dijadikan tempat sementara sales perumahan.
Diduga, sales itu hanya menggunakan teras kantor sebagai tempat berjualan. Namun, tidak ada izin sehingga puluhan warga itu tidak tahu mau mencari ke mana keberadaannya.
Dari informasi yang dihimpun, puluhan orang ini tertipu dengan tawaran rumah murah di TikTok. Mereka tergiur karena sales tersebut menawarkan rumah di wilayah Surabaya Utara dengan harga cicilan yang ringan.
Korban bisa mendapat rumah dengan cicilan hanya Rp 900 ribu per bulan. Ternyata, ini hanya akal-akalan saja. Rumah yang dijanjikan ini ternyata bukan di wilayah Surabaya Utara, melainkan di Madura.
Dalam unggahan Instagram surabayaraya_info, yang bersumber dari VT rakyatjelata601, ternyata kantor pengembang tersebut bukan di ruko yang dituju massa tersebut. Hingga akhirnya pihak keamanan ruko menjelaskan kepada para pendemo.
Kanitreskrim Polsek Kenjeran Iptu M Fauzi membenarkan adanya aksi tersebut. Puluhan warga sempat ke lokasi, tapi ternyata bukan kantor pengembang perumahan.
"Mereka tergiur rumah dengan cicilan murah di Surabaya Utara. Ternyata di Madura. Kami sempat mengajak koordinator aksi tapi tidak ada yang melapor," ujarnya. (gun)
Editor : Lambertus Hurek