RADAR SURABAYA - Paus Fransiskus, 87 tahun, bakal berkunjung ke Indonesia pada 3-6 September 2024. Kedatangan pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia tersebut disambut antusias oleh ribuan umat Katolik di Keuskupan Surabaya.
Sayang, hanya sedikit umat yang mendapat kesempatan untuk mengikuti perayaan ekaristi atau misa agung yang dipimpin oleh Paus Fransiskus di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada 5 September 2024.
"Satu paroki hanya dijatah 50 orang saja. Kuotanya sangat sedikit karena misa di GBK nanti bakal diikuti perwakilan umat Katolik dari seluruh Indonesia. Kapasitas GBK juga terbatas," kata Agnes dari Paroki Roh Kudus, Rungkut, Surabaya, Selasa (20/8).
Keuskupan Surabaya yang meliputi sebagian Provinsi Jawa Timur memiliki 47 paroki. Dengan begitu, jumlah keseluruhan umat Katolik dari Keuskupan Surabaya yang akan menghadiri misa di GBK secara langsung hanya 2.350 orang.
Agnes merasa 'diberkati' karena mendapat satu tiket langka bersama rombongan parokinya ke Jakarta. Tiba di GBK Senayan langsung persiapan untuk misa agung.
"Ini kesempatan yang sangat langka dalam hidup kita Bapa Suci berkunjung ke Indonesia," katanya.
Kali terakhir Paus Yohanes Paulus II berkunjung ke Indonesia pada 1989. Saat itu Paus melawat ke empat kota, termasuk Dili, Timor Timur, yang masih tergabung dengan NKRI. Paus juga berkunjung ke Jakarta, Jogjakarta, Medan, dan Flores.
Meski begitu, di era digital ini, jutaan umat Katolik di seluruh Indonesia bakal bisa mengikuti misa bersama Paus Fransiskus secara live streaming di sejumlah televisi dan media sosial.
Paus Fransiskus dijadwalkan melangsungkan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta pada 4 September 2024. Sejumlah tokoh masyarakat sipil, korps diplomatik, dan pejabat-pejabat Indonesia juga akan hadir dalam pertemuan itu. (rek)
Editor : Lambertus Hurek