Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Apa Arti Kemerdekaan Bagi Warga Surabaya Raya? Berikut Jawaban Nyeleneh Hingga Kocak yang Membuat Perut Kaku

Muhammad Firman Syah • Sabtu, 17 Agustus 2024 | 00:24 WIB
Merdeka : Kodim 0817 Gresik bersam puluhan siswa sekolah dan mahasiswa menggelar konvoi kemerdekaan Jumat (16/08) kemarin.
Merdeka : Kodim 0817 Gresik bersam puluhan siswa sekolah dan mahasiswa menggelar konvoi kemerdekaan Jumat (16/08) kemarin.

Republik Indonesia (RI) merayakan Hari Ulang Tahun ke 79 esok hari. Peringatan HUT RI 17 Agustus kali ini terasa lebih semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya seiring dengan berakhirnya masa Pandemi Covid 19.

Nah, bagi sebagian masyarakat kemerdekaan dimaknai dengan arti dan makna yang berbeda-beda. Ada jawaban serius, nyeleneh hingga kocak yang berhasil dihimpun tim redaksi Radar Surabaya. Berikut jawabannya :

Siti Fatimah, 56, warga Jalan KH Wakhid Hasyim Gresik memaknai arti kemerdekaan sesungguhnya tatkala dia bisa berjualan dengan tenang meskipun berada diatas trotoar.

"Merdeka itu ketika saya bisa berjualan martabak di pinggir jalan tanpa khawatir diobrak oleh petugas Satpol PP," kata Siti.

Nur Afandi, 27, warga Jalan Harun Thohir Gresik, memaknai arti kemerdekaan saat dia mendapatkan layanan tol gratis.

"Maklum saja saya ini sopir mas, jadi terasa merdeka kalau bisa melintas di tol gratis tanpa bayar," kata Afandi.

Abdullah Syuhada', 59, warga yang tinggal di kawasan Donorejo Kapasan Surabaya memaknai kemerdekaan sesungguhnya tatkala dia bisa mendapatkan layanan rumah sakit tanpa antri.

"Saya gaptek tidak tahu teknologi jadi kesulitan daftar rumah sakit online. Cara yang paling mudah ya datang langsung meskipun antrian panjang," tutur Abdullah.

Sementara itu, Sulistyorini, 23, warga Ngangel Tama Surabaya merasakan arti kemerdakaan jika pemerintah menggratiskan semua biaya pendidikan.

"Selama ini bilangnya gratis tapi dilapangan masih ada sumbangan yang berkedok infaq. Jadi sebenarnya kita ini belum merdeka," kritik Sulis.

Mukti Ali, 33, warga Delta Sari Sidoarjo menyebut kemerdekaan yang sesungguhnya adalah saat membeli BBM tidak perlu bayar. Selain itu, warga mendapatkan akses digital yang luas dan tidak perlu berlangganan.

"Tidak usah muluk-muluk, BBM dan Wifi gratis saja sudah bisa mengsejahterakan masyarakat. Apalagi saat ini kita sangat tergantung dengan akses digital," ujar Mukti.

Beda lagi dengan Erma 35, ibu rumah tangga di Candi Sidoarjo yang sangat cinta suaminya.

"Bagi saya, merdeka itu bebas milih alat kontrasepsi," katanya terkekeh.

Gunomo, 51, driver online di Tanggulangin Sidoarjo mengaku merdeka itu kalo dapat penumpang gemoy dan tarifnya bagus.

Lain lagi dengan Bambang, warga Gunungsari, Surabaya yang banyak utang.

"Bagi saya merdeka itu kalau gak diuber uber pinjol," katanya.

Itulah sedikit ulasan arti kemerdekaan bagi sebagian masyarakat. Tentu setiap orang memiliki makna yang berbeda dalam mengartikan HUT RI ke 79. Meskipun arti kemerdekaan berbeda, namun sebagai bangsa yang besar tetap harus bersatu padu membangun bangsa.

Dirgahayu Indonesia ke 79.

Editor : M Firman Syah
#surabaya #HUT RI 79 #semarak hut ri