RADAR SURABAYA - Viral beberapa waktu lalu, pengelola Bakso Ronggolawe Intan Puspita Mayasari melaporkan pemilik akun TikTok @juragankartunlama. Akun tersebut menyebarkan video hoax yang menuduh Bakso Ronggolawe mengandung daging tikus.
Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak menyelidiki laporan tersebut dan berhasil menemukan pemilik akun bernama Derry, 27, warga Jalan Sidotopo, Surabaya.
Kepolisian bahkan sempat mengambil sampel bakso dan tetelan untuk diuji ke laboratorium Lembaga Ilmu Hayati, Teknik, dan Rekayasa Universitas Airlangga Surabaya. Hasilnya, sample milik bakso Ronggolawe ini positif daging sapi.
"Bakso tersebut negatif mengandung bakso tikus," kata Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Suroto, Jumat (16/8).
Ia berharap masyarakat tidak cepat termakan isu yang belum tentu benar. Sebaiknya tetap melakukan cek dan ricek sebelum menyebarkan sebuah informasi ke media sosial (medsos) "Jangan mudah terbakar hoax," terangnya.
Sementara itu, Derry pemilik akun TikTok @juragankartunlama meminta maaf kepada pemilik bakso Ronggolawe Mujito karena telah menyebarkan video hoax melalui akun medsosnya. Ia menyadari jika itu kesalahan dan kebodohannya karena mengunggah konten tanpa konfirmasi lebih dulu ke bakso Ronggolawe.
"Saya menyesal karena video tersebut membuat pemilik mengalami kerugian. Saya berjanji tidak akan mengulangi hal ini lagi," terangnya.
Derry mendapat video tersebut dari pesan WhatsApp (WA). Ia mendapat chat jika ada isu bakso di depot Bakso Ronggolawe mengandung daging tikus.
Ia pun meminta videonya dan kemudian mengunggah dengan narasi yang membuat seolah-olah bakso di sana mengandung daging tikus. "Ini karena kebodohan dan kekhilafan saya," tuturnya.
Sementara itu, pelapor Intan berterima kasih karena Polres Pelabuhan Tanjung Perak sudah menindaklanjuti laporannya dan menyelidiki penyebar konten hoaks. Bahkan sudah mempertemukan dengan pengunggah dan menguji sampel bakso.
"Saya masih mencari siapa pembuat video ini. Masih saya telusuri," ujarnya.
Mengenai kelanjutan laporan kepolisian terkait video hoax Bakso Ronggolawe yang mengandung daging tikus, pelapor masih mendiskusikan dulu. "Kami diskusikan dulu dengan keluarga. Bisa dicabut bisa tidak," ujarnya.
Ia mengungkapkan, setelah laporan tersebut penjualan bakso Ronggolawe sudah mulai membaik sedikit demi sedikit. Ia juga belum melihat ada klarifikasi video di akuntersebut.
"Saya maunya ada klarifikasi yang disebarkan seperti menyebarkan video hoax kemarin," terangnya. (gun)
Editor : Lambertus Hurek