RADAR SURABAYA-Bunuh diri yang dilakukan dokter muda RSUD Kardinah Kota Tegal, ARL dengan menyuntikkan obat penenang ke dalam tubuh yang diduga akibat korban bullying mendapatkan reaksi Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi.
Korban ARL merupakan mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) pada Program Studi (Prodi) Anestesi di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) di RSUP dr Kariadi Semarang.
Wanita warga Mintaragen, Tegal Timur, Kota Tegal ini, nekat bunuh diri di dalam kamar kosnya di Jalan Lempongsari, Kota Semarang, Senin (12/9).
Polisi yang menyelidiki kasus ini menemukan diary korban curhatan korban akibat beratnya menjalani pendidikan PPDS, dan perundungan yang dialaminya dari para senior.
“Yang kami temukan diary berisi curhatan korban kepada ibunya. Mungkin selalu komunikasi dengan ibunya tentang perilaku senior-senior terhadap dirinya,” kata Kapolsek Gajah Mungkur, Kompol Agus Hartono pada radarsemarang.id,.
Sementara itu Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan banyak peserta PPDS yang ingin bunuh diri.
"Kita juga pernah kan melakukan screening mental terhadap para PPDS ini dan banyak kan memang yang ingin bunuh diri. Jadi, ini sudah fenomena yang besar yang terjadi," ungkap Menkes di Istana Wakil Presiden (Wapres), Jakarta, Kamis.
Karena itu, Menkes meminta semua pihak menghentikan praktik perundungan, termasuk pada profesi dokter.
Menurutnya, perundungan dapat mengakibatkan hidup seseorang menjadi tertekan.
"Saya mengajak semua sektor agar yuk kita hentikan, kita putuskan kebiasaan ini. Karena ini adalah kebiasaan buruk berdampak buruk di profesi yang sangat mulia kedokteran. Bayangkan kalau dokter-dokter ini sejak muda sudah dididik seperti itu, hidupnya ditekan," tuturnya.
Menkes lalu membandingkan kasus perundungan yang terjadi di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) beberapa waktu lalu dengan kasus perundungan yang terjadi terhadap peserta PPDS saat ini.
Menurutnya, kasus di IPDN lebih kepada tekanan fisik, sedangkan yang dialami peserta PPDS itu lebih pada tekanan mental.
Dikatakan Menteri Budi masih banyak cara yang lebih mendidik untuk menciptakan tenaga kerja yang tangguh tanpa harus melakukan perundungan.
"Kita kan banyak profesornya, banyak guru besarnya. Harusnya banyak kok cara-cara mendidik untuk menciptakan manusia-manusia tangguh, bukan hanya kedokteran di TNI, di Polri, Pilot ada banyak profesi yang diminta memiliki ketangguhan mental yang berbeda tanpa buli, tanpa menyebabkan orang depresi, tanpa menyebabkan orang ke-trigger untuk bunuh diri," paparnya.
Saat ini Kementerian Kesehatan menggandeng Kepolisian Negara Republik Indonesia guna mengusut kasus tersebut.
"Kita kali ini sedang mengirim audit karena ini sudah ada kematian, juga kita juga bekerja sama dengan kepolisian setempat untuk melakukan pemeriksaan terhadap dokter yang bunuh diri ini," kata Menkes.(ant/nug)
Editor : Agung Nugroho