Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

DPRD Surabaya Dorong Eks Penjara Kalisosok Dikembangkan dalam Destinasi Wisata Kota Lama

Jay Wijayanto • Jumat, 16 Agustus 2024 | 06:55 WIB
Bangunan Eks-Penjara Kalisosok yang kini terbengkelai dan dibiarkan rusak.
Bangunan Eks-Penjara Kalisosok yang kini terbengkelai dan dibiarkan rusak.

RADAR SURABAYA - Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya AH Thony mendorong pengembangan bangunan cagar budaya eks Penjara Kalisosok masuk dalam salah satu destinasi Wisata Kota Lama Surabaya.

Pasalnya, saat ini bekas penjara yang dibangun pemerintah kolonial Belanda itu dimiliki oleh pihak lain dan terbengkalai.

"Pemerintah (Pemkot Surabaya) bisa memburu siapa pemiliknya dengan melalui pendekatan partisipasi. Kalau tidak, pemerintah bisa membelinya. Jangan sampai cagar budaya tersebut dibiarkan menjadi rusak," katanya.

Ia mengatakan, bekas Penjara Kalisosok tidak bisa dipisahkan dengan cerita Kota Lama yang saat ini sedang digarap oleh Pemkot Surabaya.

"Sekarang ini menjadi awal yang baik, tetapi masih banyak hal lain yang perlu dieksplorasi untuk mengembangkan Kota Lama di Surabaya ini, termasuk di dalamnya Sungai Kalimas yang menjadi bagian integral bagian Kota Lama, dan bekas Penjara Kalisosok bagian penting," katanya.

Ia mengatakan, jika dua lokasi itu dikembangkan dan menjadi bagian revitalisasi Kota Lama tentunya akan menjadi lebih kuat.

"Seperti cerita awal Surabaya sampai dengan muncul bangunan seperti ini, dari ketertindasan dan juga perang," katanya.

Ia mengatakan, masa klasik seperti yang tertulis di Prasasti Canggu yang menguatkan Kalimas pada era klasik, kemudian masuk ke era kolonial hingga kemudian era kemerdekaan. 

"Ada beberapa hal yang perlu dikembangkan atau dikuatkan salah satunya adalah peran serta masyarakat, jangan sampai Kota Lama ini bangkit kembali dan masyarakat malah jadi penonton," ucapnya.

Ia mengatakan, beberapa gedung yang ada di lingkungan Kota Lama tersebut juga harus dimaksimalkan secara fungsinya.

"Termasuk zona jembatan merah plaza (JMP) jangan pasif harus menyesuaikan. Seperti di depannya harus mencerminkan jalur rempah, yang menggambarkan bahwa nusantara sejak dulu jaya akan rempah-rempah," katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa kawasan Kota Lama Surabaya itu adalah tempat untuk jalan-jalan, bukan tempat untuk nongkrong.

"Dengan jalan-jalan tentunya akan terjadi interaksi dan juga masyarakat bisa melihat secara detail bentuk bangunan dan juga arsitektur termasuk ornamen-ornamen yang ada di dalamnya," katanya.

Ia mengajak masyarakat belajar bagaimana kemajuan peradaban desain bangunan seratus tahun lalu itu bisa bertahan sampai dengan sekarang. (jpc/ant/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#Penjara Kalisosok #wisata heritage surabaya #cagar budaya #AH Thony #Wisata Kota Lama #dprd surabaya