RADAR SURABAYA - Modus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sangat beragam. Bahkan pelaku tak sedikit yang menutup wajahnya untuk mengelabui CCTV.
Tersangka BMP, 26, termasuk anti mainstream. Dia menyamar sebagai perempuan saat beraksi. Mengenakan jilbab saat nyolong motor di Jalan Sidotopo Wetan 1D, Surabaya.
Ini diketahui setelah rekaman CCTV memperlihatkan tersangka melakukan aksi curanmor sendirian. Ia masuk ke rumah korban mengenakan helm, masker, dan berjilbab.
Ia membawa sepeda motor korban dengan mulus tanpa dicurigai. "Ia mengenakan jilbab saat beraksi," kata Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP M Prasetyo melalui Kasi Humas Iptu Suroto, Kamis (15/8).
Lelaki yang diketahui seorang residivis ini melakukan aksinya sekitar pukul 03.20. Ia datang mengenakan jaket biru, helm, dan berjilbab. Saat itu, ia dengan santai masuk membuka pagar rumah korban.
Tak berapa lama, ia kembali keluar dan menuntun sepeda motor Honda Beat milik korban. Setelah mengeluarkan motor korban, kembali ke dalam rumah
. Ternyata ia mencuri handphone (HP) korban. Awalnya Unit Jatanras Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak mengira jika tersangka adalah perempuan. "Setelah kami selidiki ternyata pelaku adalah pria," terangnya.
Tersangka sengaja mengenakan jilbab untuk mengelabui polisi. "Ia beraksi sendiri. Pengakuannya juga masih sekali melakukan aksi curanmor dan menyamar sebagai perempuan," ungkapnya.
Pria asal Jalan Randu Agung, Surabaya, ini mengaku sepeda motor dan HP korban sudah dijual. Ia pernah ditahan karena mencuri HP di Polsek Tulangan. "Sepeda motor hasil curanmor dijual ke Madura," jelasnya. (gun)
Editor : Lambertus Hurek