RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal melakukan uji coba area konser di eks area Taman Remaja Surabaya (TRS).
Rencananya, Pemkot Surabaya bakal menggelar konser di lahan eks TRS itu pada tanggal 17 Agustus 2024 mendatang.
Konser ini bakal jadi portofolio untuk menarik minat calon investor agar berinvestasi pada aset milik Pemkot Surabaya itu.
Kepala Bidang (Kabid) Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Krestian mengungkapkan, area konser di eks TRS itu saat ini sudah hampir finishing.
Pekerjaan yang dilakukan hanya perbaikan kecil-kecil di area yang disiapkan itu.
"Ada penyempurnaan sedikit-sedikit (finishing). Terkait kapasitasnya, sekira 35 sampai 40 ribu penonton di sana," kata Iman dikonfirmasi, Rabu (14/8).
Tahun ini, Pemkot Surabaya, menurut Iman, menargetkan untuk aktifasi area TRS sebagai tempat konser tersebut.
Area konser itu akan terus diramaikan dengan event-event sampai tahun ini berakhir.
Tujuannya adalah untuk menghidupkan kembali geliat dari aset Pemkot Surabaya yang sudah lama mati suri.
"Iya sekaligus menarik minat calon investor. Tolak ukurnya dari keberhasilan penyelenggaraan event di TRS ini, nanti bisa jadi katalis untuk pengembangan kawasan lainnya termasuk kolam renang, THR dan Hi-tecmall," urainya.
Selain uji coba dengan menggelar konser, pada tanggal yang sama Pemkot SUrabaya juga akan melakukan pengumuman karya sayembara terbaik 15 besar untuk desain eks THR-TRS.
"Iya sekaligus market sounding penataan kawasan dan pengumuman 15 karya terbaik dari hasil sayembara desain THR," tambahnya.
Terkait penataan gedung lainnya seperti kolam renang dan gedung srimulat, Iman mengaku prosesnya tetap berjalan.
Terkait gedung Srimulat, Iman menyampaikan kalau saat ini sedang proses di BPKAD Surabaya mengenai pembongkaran bangunannya.
"Kalau untuk kolam renang, itu perbaikan bangunan saja, tidak dirobohkan. Sekarang masih proses DED sambil nunggu rencana investor. Targetnya tahun ini aktifasi area TRS sebagai area konser dulu," ujarnya. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa