Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Demo Puluhan Massa di KPU Surabaya Berakhir Ricuh, Ini Faktanya

Guntur Irianto • Rabu, 14 Agustus 2024 | 20:04 WIB
Puluhan massa demo di depan Kantor KPU Surabaya. Ini merupakan simulasi Sispamkota yang dilaksanakan Polrestabes Surabaya. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SURABAYA)
Puluhan massa demo di depan Kantor KPU Surabaya. Ini merupakan simulasi Sispamkota yang dilaksanakan Polrestabes Surabaya. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Puluhan massa berdemo di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya, Rabu (14/8). Mereka langsung dihadang ratusan anggota polisi lengkap beserta alusistanya.

Setelah beberapa saat berorasi, massa mulai anarkis dengan melempar semua benda yang ada di sekitarnya. Nampak beberapa orang menyerang barikade anggota Sat Samapta yang sudah bersiap dengan tameng.

Puluhan massa yang demo ini makin anarkis dengan membakar flare dan terus menyerang anggota Sat Samapta Polrestabes Surabaya. Hingga akhirnya berhasil dipukul mundur.

Massa dipukul mundur setelah mobil water Canon menyempatkan air ke arah mereka. Ditambah, satu pasukan membentuk barikade memukul mundur massa ini. Ini merupakan simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang dilaksanakan Polrestabes Surabaya di depan kantor KPU Surabaya.

Kabag Ops Polrestabes Surabaya AKBP Wibowo mengungkapkan, simulasi ini dilakukan untuk memastikan kesiapan anggota dalam pengamanan selama pilkada nanti.

"Kami pastikan Polrestabes Surabaya sudah siap 100 persen untuk mengamankan pilkada nanti," ujarnya.

Ia mengungkapkan, simulasi sispamkota ini dilaksanakan secara serius. Dari analisis simulasi ini dipastikan seluruh anggota sudah siap.

"Anggota dan peralatan sudah siap. Kami kerahkan 1.600 personel untuk operasi Mantap Praja," jelasnya.

Simulasi Sispamkota ini dilaksanakan dengan mengerahkan puluhan massa demo dari anggota. Untuk wilayah Surabaya potensi yang terjadi kemungkinan demo dan gesekan antar pendukung pasangan calon (paslon). "Masyarakat memilih langsung, ini akan muncul gesekan antar pendukung," terangnya. (gun/nug)

Editor : Lambertus Hurek
#simulasi pengamanan pilkada #KPU Surabaya Pilwali 2024 #pengamanan pilkada surabaya #Sispamkota Surabaya