Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Akun Bisnis Hotel Jadi Korban Peretasan, PHRI Lapor ke Siber Bareskrim Polri

Agung Nugroho • Senin, 12 Agustus 2024 | 17:56 WIB
Ilustrasi hacker
Ilustrasi hacker

RADAR SURABAYA-Peretasan akun Goolge Bisnis yang menimpa beberapa hotel mendapatkan reaksi dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Insiden peretasan yang terjadi Minggu (11/8 tersebut, akan dilaporkan ke pihak kepolisian.

Ketua Harian Kordinator Wilayah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (Korwil PHRI) Surabaya Puguh Sugeng Sutrisno kepada ANTARA di Surabaya, Senin (12/8), mengaku akan melaporkan peratasan tersebut ke Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

"Peretasan ini tidak hanya terjadi di Surabaya, beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Semarang, Denpasar, Makassar itu juga terkena peretasan," katanya.

Menurut Puguh, Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani segera melapor ke pihak berwajib dalam hal ini ke kepolisian.

"Hari ini Ketua Umum kami, yaitu Bapak Hariyadi Sukamdani akan ke Siber Bareskrim Polri untuk melaporkan terkait hal ini," katanya.

PHRI menduga, peretasan tersebut dilakukan oleh warga local. Mengingat nomor WhatsApp dari beberapa hotel yang tertera di akun google bisnis diganti dengan nomor telepon lokal pula.

Kini PHRI masih melakukan pengecekan mengenai kepastiannya. Meskipun kuat dugaan pelaku orang lokal.

"Karena nomor hotel tersebut diubah ke nomor lokal, termasuk akun rekening bank juga di ganti di salah satu jaringan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara)," ujarnya.

Menurut Puguh, yang sudah teretas dengan mengganti nomor rekening bank hotel ke pribadi yakni di Indonesia Timur.

"Kami dapat info dari salah satu bank BUMN. Ternyata itu ada transaksi dari Indonesia Timur ke nomor rekening pribadi," tuturnya.

Pihaknya berharap agar masalah tersebut tidak berlarut-larut karena dapat mengganggu bisnis dari masing-masing hotel terlebih dilakukan secara masif.

"Di Bandung kurang lebih 35 hotel, di Surabaya cukup banyak juga termasuk hotel-hotel besar, untuk jumlahnya saya segera update," kata Puguh.

Selain itu, pihaknya juga berencana akan melaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Jatim sebagai penguat atas laporan yang dilakukan di pusat.

"Menurut saya akan lebih kuat kalau masing-masing daerah melaporkan kejadian ini," ucapnya. (jpc/ant/nug)

Editor : Jay Wijayanto